HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sumatera Utara tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga cerita-cerita mistis yang masih hidup di tengah masyarakat. Salah satu legenda horor yang cukup membuat merinding adalah kisah Begu Ture, sosok hantu yang dipercaya menghuni tangga rumah adat dan kerap mencelakai siapa saja yang melintas.
Dalam bahasa setempat, Begu berarti hantu, sedangkan Ture berarti tangga. Secara harfiah, Begu Ture dapat diartikan sebagai “hantu tangga”. Nama ini merujuk pada kebiasaan makhluk tersebut yang konon sering muncul di tangga rumah panggung tradisional masyarakat Batak pada zaman dahulu.
Muncul di Tangga Rumah Adat pada Malam Hari
Menurut cerita turun-temurun, Begu Ture sering menampakkan diri di tangga rumah adat yang terbuat dari kayu. Pada masa lalu, rumah panggung memang menjadi ciri khas hunian masyarakat Sumatera Utara, dengan tangga sebagai satu-satunya akses keluar masuk rumah.
Warga percaya, makhluk ini mengincar orang yang naik atau turun tangga pada malam hari. Begu Ture disebut akan memegang kaki korbannya secara tiba-tiba, membuat korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kejadian ini sering dikaitkan dengan kecelakaan misterius yang sulit dijelaskan secara logika.
Beberapa orang tua di desa bahkan mengingatkan anak-anak untuk tidak bermain di tangga saat senja atau malam hari, karena diyakini sebagai waktu paling rawan kemunculan Begu Ture.
Sosok yang Disebut Mirip Kuntilanak
Dalam berbagai penuturan masyarakat, Begu Ture digambarkan memiliki rupa menyerupai kuntilanak: berambut panjang, berpakaian putih kusam, dan berwajah pucat. Ia kerap muncul secara samar di bawah tangga atau di sela-sela bayangan gelap.
Selain penampilannya yang menyeramkan, suara tawanya juga menjadi ciri khas yang membuat bulu kuduk berdiri. Tawa melengking yang terdengar di tengah malam disebut mirip dengan kuntilanak, namun lebih pelan dan seolah berasal dari bawah tangga.
Beberapa warga mengaku pernah mendengar suara tersebut ketika hendak turun dari rumah pada malam hari. Saat diperiksa, tidak ada siapa pun di sekitar tangga, hanya suasana sunyi yang terasa mencekam.
Legenda yang Masih Hidup hingga Kini
Di era modern, rumah panggung tradisional memang sudah semakin jarang ditemui. Namun, kisah Begu Ture masih sering diceritakan, terutama di daerah pedesaan Sumatera Utara. Bagi sebagian orang, ia hanyalah mitos.
Namun bagi mereka yang pernah mengalami kejadian ganjil di tangga rumah pada malam hari, nama Begu Ture tetap menjadi simbol teror yang sulit dilupakan.

