HOLOPIS.COM, JAKARTA – Awardee LPDP Dwi Setyaningtyas meminta maaf di akun tiktoknya setelah pernyataan yang menyulut emosi masyarakat Indonesia. Ia meminta maaf atas kata-katanya yang menyebutkan cukup dirinya saja yang WNI, dan anak-anaknya jangan. Ia meminta maaf kepada masyarakat yang tersakiti, dan menyampaikan bahwa kata-kata itu muncul dari rasa kecewa dan frustasinya terhadap kondisi yang dia rasakan.
“Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan,” tulisnya di akun @sasetyaningtyas0, dikutip Holopis.com, Selasa (24/2).
Ia mengakui bahwa kata-kata yang dikeluarkan kurang tepat, dan bisa dimaknai sebagai bentuk merendahkan identitas Warga Negara Indonesia. Tyas mengatakan ia salah, dan bertanggungjawab dengan kata-kata yang ia keluarkan.
“Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi,” kata Tyas.
Tyas kemudian mengaku ia menghargai semua kritik yang ditujukan kepadanya, dan akan ia jadikan pembelajaran agar terus memperbaiki diri. Ia ingin belajar komunikasi yang lebih bijaksana, dan lebih berempat dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.
“Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontrbusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan,” kata Tyas.
Meskis sudah menulis permintaan maaf yang panjang, netizen di kolom komentar meninggalkan berbagai opini. Sebagian netizen masih sakit hati dengan pernyataan Tyas tentang identitas WNI, namun menggunakan beasiswa dari negara.
“Negara yang lo rendahin, bisa bikin lo sukses di luar negeri,” kata @bangntu.
“Udah kak, fokus ke 2.6 M + bunga aja, semangat,” kata @FAN.
Kemudian ada juga netizen yang salfok dengan musik yang ia gunakan di unggahan itu, dan merasa bahwa permintaan maaf itu bernada ‘nyolot’.
“Sound nya nantangin banget,” kata @hmmmp.
“Lebih ke nyolot sih ini, bukan minta maaf,” kata @_wiiika.
Sebagai informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta suami Tyas, Arya Pamungkas yang juga awardee LPDP magister dan s3 untuk mengembalikan biaya sekolahnya. Arya pun dikabarkan sudah setuju untuk mengembalikan dana beasiswa sekitar Rp2 miliar.

