HOLOPIS.COM, JAKARTA – Waduk Bunder di Kabupaten Gresik dikenal sebagai infrastruktur penting sekaligus destinasi wisata lokal. Namun di balik permukaan airnya yang tenang, waduk ini menyimpan kisah mistis yang telah lama dipercaya masyarakat sekitar.
Cerita-cerita tersebut menjadikan Waduk Bunder bukan sekadar tempat penampungan air, melainkan ruang sakral yang diyakini memiliki keterkaitan dengan dunia gaib.
Pulau Gemuk: Titik Sakral di Tengah Waduk
Di tengah Waduk Bunder terdapat pulau kecil bernama Pulau Gemuk, atau dikenal juga sebagai Bagending. Pulau ini dianggap sebagai pusat kekuatan gaib dan diyakini sebagai wilayah kerajaan jin.
Menurut kepercayaan warga, Pulau Gemuk dijaga oleh dua makhluk gaib: siluman naga yang digambarkan sebagai ular raksasa, serta siluman buaya yang menguasai perairan di sekitarnya. Keyakinan ini membuat pulau tersebut disakralkan dan jarang didekati, terutama saat malam hari.
Suara Gamelan Misterius dari Tengah Waduk
Pulau Gemuk kerap dikaitkan dengan suara gamelan gaib yang terdengar pada malam-malam tertentu. Warga mengaku mendengar alunan musik tradisional dari arah pulau, namun ketika dicari, tidak ditemukan apa pun selain tanah kosong dan rerumputan liar.
Fenomena ini menambah kesan angker, seolah pulau tersebut menjadi tempat berkumpulnya makhluk tak kasat mata yang menjalani kehidupan mereka sendiri, tersembunyi dari pandangan manusia.
Legenda Ular Raksasa dan Fenomena Alam Tak Biasa
Kepercayaan lain menyebut Pulau Gemuk merupakan jelmaan kepala ular raksasa dari bangsa gaib. Konon, bagian tubuh makhluk tersebut tersebar di beberapa waduk di wilayah Cerme dan Duduk Sampeyan, membentuk jaringan gaib yang saling terhubung.
Selain legenda tersebut, terdapat fenomena alam yang dianggap janggal. Saat musim kemarau ketika air waduk surut, Pulau Gemuk tidak tampak semakin tinggi. Sebaliknya, ketika musim hujan dan permukaan air meningkat, pulau itu tidak pernah benar-benar tenggelam. Keanehan ini dipercaya sebagai tanda adanya kekuatan gaib yang melindungi kawasan tersebut.
Tradisi Wayang sebagai Persembahan Gaib
Sebelum panen ikan dilakukan, pengelola waduk secara turun-temurun mengadakan pertunjukan wayang sebagai bentuk penghormatan kepada penunggu gaib Waduk Bunder.
Warga percaya, jika tradisi ini diabaikan, kejadian ganjil akan terjadi, seperti hasil panen ikan yang menurun drastis atau kemunculan ular-ular kecil dalam jumlah banyak di sekitar waduk. Peristiwa tersebut dianggap sebagai peringatan agar manusia tetap menghormati adat dan keseimbangan alam.
Larangan yang Dipercaya Warga
Masyarakat setempat meyakini bahwa siapa pun yang berkunjung ke Waduk Bunder harus menjaga sikap, terutama di sekitar Pulau Gemuk. Berkata kasar, bertindak sembarangan, atau merusak lingkungan dipercaya dapat mendatangkan kesialan atau pengalaman tak wajar.
Kesakralan tempat ini membuat warga memperlakukannya dengan penuh hormat. Bagi mereka, waduk ini bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga wilayah yang dihuni kekuatan tak terlihat.
Antara Keindahan dan Misteri yang Berdampingan
Mitos Waduk Bunder Gresik hidup berdampingan dengan fungsinya sebagai sumber air dan objek wisata. Panorama alam yang indah berpadu dengan cerita-cerita gaib yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Entah sekadar legenda atau pengalaman nyata, kisah tentang Pulau Gemuk, suara gamelan misterius, dan ritual wayang menjadikan Waduk Bunder sebagai salah satu lokasi paling misterius di Gresik. Tempat ini seakan mengingatkan bahwa di balik ketenangan alam, tersimpan dunia lain yang tak sepenuhnya dapat dijelaskan.

