HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di lautan Antartika, terdapat kisah penampakan makhluk aneh yang disebut mirip manusia yakni Ningen. Penampakan Ningen bahkan hingga saat ini masih menjadi misteri usai beberapa kali dilaporkan oleh sejumlah nelayan dan tim ekspedisi Jepang.
Misteri Penampakan Ningen
Ningen pertama kali dilaporkan pada Februari 1992, ketika sebuah kapal nelayan Cile tiba di perairan Selatan Drake yang berada di ujung selatan Argentina, berada tepat di dekat ujung utara benua Antartika.
Kala itu seorang pelaut melihat penampakan Ningen ketika dirinya sedang merokok di sisi kiri kapal. Dari kejauhan ia melihat bayangan gelap di bawah air yang perlahan mendekat ke permukaan dan berenang dengan cepat ke arah kapal.
Ia menyebut, makhluk tersebut berwarna putih salju, memiliki dua kaki depan atau sirip yang kuat. Sirip ini bergoyang dengan sangat cepat ketika berenang. Tak hanya itu, NIngen disebut memiliki kepala hingga wajah layaknya manusia.
Saat menyadari keberadaan makhluk aneh tersebut, sang pelaut kemudian berteriak dan memanggil yang lainnya. Ia mengaku melihat monster laut namun tak ada satupun yang percaya. Tak lama setelah si pelaut berteriak, sosok Ningen lalu kembali menyelak ke dalam lautan.
Tiga puluh tahun berlalu, sosok NIngen kembali dilaporkan pada tahun 2022. Kali ini penampakan Ningen dilaporkan oleh tim ekspedisi Jepang yang saat itu terkepung salju di kamp ketika merekam data yang dikumpulkan.
Saat itu mereka merasakan adanya getaran pada lapisan es di sekitar kamp tempat mereka beristirahat. Saat mengintip keluar jendela, mereka melihat sosok putih berukuran 30 meter. Disebut sosok Ningen penasaran dengan cahaya dari kamp, pasalnya ketika dimatikan Ningen lalu berputar seolah mencari sesuatu.
Ningen Sebagai Duyung Buatan Ilmuwan Jepang?
Sosok Ningen juga dikaitkan dengan duyung buatan ilmuwan Jepang. Pada November 2007, Majalah MU di Jepang membahas tentang fenomena supranatural yang merilis dugaan jika Ningen merupakan organisme buatan ilmuwan Jepang. Menurut majalah tersebut, Ningen sengaja diproduksi secara diam-diam dan ditempatkan di Antartika.
Dugaan tersebut bahkan muncul bukan tanpa alasan. Saat itu, pemerintah Jepang sedang gencar-gencarnya melakukan proyek penelitian tentang paus, dimana makhluk yang disebut humanoid air ini diperkirakan memiliki ukuran seperti paus. Nama Ningen sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti manusia.
Ningen disebut sering muncul pada malam hari di sekitar perairan yang dingin. Hal ini kemudian menimbulkan kepercayaan bahwa Ningen bersembunyi di wilayah Kutub, di bawah lapisan es. Hingga kini, sosok Ningen masih menjadi misteri.

