Selasa, 24 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 24 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Legenda Kambe Raung, Peti Mati Hidup yang Bergerak di Malam Hari dari Kalimantan Tengah

9 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah, berkembang sebuah kisah mistis yang dikenal dengan nama Kambe Raung. Sosok ini dipercaya bukan makhluk hidup biasa, melainkan peti mati yang memiliki kekuatan gaib dan dapat bergerak sendiri pada malam hari. Kambe Raung disebut sebagai hantu paling unik di Kalimantan karena berwujud peti mati atau dalam bahasa Dayak disebut “Raung” atau ‘Lungun”.

Kambe Raung digambarkan sebagai peti mati kayu berukuran besar yang melayang atau berjalan perlahan tanpa suara. Konon, peti ini berisi jasad seseorang yang semasa hidupnya mempelajari ilmu hitam tingkat tinggi, dan menjadi Hantu Lungun (sebutan untuk mereka yang mempelajari ilmu hitam). Setelah meninggal, arwahnya dimasukkan ke dalam peti mati sehingga rohnya menyatu dengan peti jenazahnya, menjadikannya entitas gaib yang dapat berpindah tempat dan meneror lingkungan sekitar.

- Advertisement -

Menurut kepercayaan lokal, Kambe Raung biasanya muncul di malam hari, terutama di daerah hutan, pemakaman, atau kampung yang sunyi. Kehadirannya sering ditandai dengan bau tanah atau kayu lapuk, serta suara gesekan berat seolah benda besar sedang diseret.

Masyarakat meyakini bahwa peti mati ini bergerak untuk mencari korban dengan cara menabrak atau menimpa targetnya. Konon, ada yang mengatakan bahwa Kambe Raung dapat berjalan dengan kaki dan tangan seperti kaki kura-kura.

- Advertisement -

Kisah lain menyebutkan bahwa Kambe Raung dapat mengejar manusia dan menyebabkan sakit mendadak, kerasukan, hingga kematian. Oleh karena itu, masyarakat Kalimantan Tengah sangat menghormati aturan adat, terutama yang berkaitan dengan kematian dan pemakaman.

Ritual khusus biasanya dilakukan untuk mencegah arwah orang yang meninggal berubah menjadi Kambe Raung, termasuk doa adat dan larangan tertentu bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam perspektif budaya, legenda Kambe Raung berfungsi sebagai pengingat agar manusia tidak sembarangan menggunakan ilmu gaib dan selalu menghormati tata cara adat. Meski belum pernah dibuktikan secara ilmiah, cerita tentang peti mati hidup ini tetap bertahan dari generasi ke generasi dan menjadi salah satu legenda horor paling menyeramkan dari Kalimantan Tengah.

Legenda Lain Kambe Raung

Ada pula legenda yang mengisahkan tentang awal mula munculnya Kambe Raung. Dikisahkan terdapat sepasang suami istri di Kalimantan Tengah yang berhijrah ke kampung istrinya. Tak lama kemudian, sang istri menderita sakit dan meninggal dunia.

Namun sebelum menghembuskan nafas terakhir, ia berpesan kepada suaminya untuk membuat peti mati dari kayu ulin yang tebalnya 1 kilan seperti memasang beliung paling besar di bagian kepala.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar sang suami tidak perlu ikut menguburkannya dan segera pulang ke kampung halamannya setelah selesai membuat peti mati. Jika dalam perjalanan hari mulai gelap, ia berpesan agar suaminya harus mencari pohon yang ukurannya sebesar dua kali pelukan manusia dan beristirahat di atas pohon tersebut.

Sang suami lalu mengindahkan permintaan terakhir sang istri. Setelah selesai membuat peti, ia lalu bergegas menuju kampung halaman meski masyarakat setempat menahannya. DI tengah perjalanan, hari mulai gelap dan sesuai perintah sang istri ia mencari pohon besar untuk beristirahat.

Tak lama berselang, terdapat suara gemuruh yang ternyata merupakan orang kampung dari tempat mereka pindah datang dalam wujud Kambe Raung, hendak mengejar sang suami untuk membunuhnya.

Wasiat sang istri ternyata dilakukan karena sudah mengetahui hal tersebut akan terjadi. Sebelum Kambe Raung dari orang kampung tadi sempat membunuh sang suami, sang istri datang dalam wujud Kambe Raung dan menghancurkan peti mati lain yang hendak membunuh suaminya. Legenda ini mengisahkan tentang sang istri yang berubah menjadi Kambe Raung yang bergerak mengejar dan membunuh orang-orang yang ingin membunuh suaminya.

Hingga kini, Kambe Raung masih dipercaya sebagai simbol teror gaib yang berkaitan dengan kematian, ilmu hitam, dan arwah yang tidak mendapatkan ketenangan. Kisahnya terus diceritakan, bukan hanya sebagai cerita horor, tetapi juga sebagai bagian dari folklor masyarakat Kalimantan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru