HOLOPIS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengebut perbaikan infrastruktur jalan untuk menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan menyusul proyeksi lonjakan pemudik yang diperkirakan mencapai puluhan juta orang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan wilayahnya siap menyambut pemudik pada Lebaran tahun ini. Berbagai langkah strategis terus disiapkan, termasuk percepatan perbaikan jalan provinsi. Menurutnya, Jateng merupakan wilayah utama perlintasan nasional sehingga persiapan infrastruktur tidak bisa dilakukan setengah hati.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, Jawa Tengah juga menjadi provinsi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang. Menghadapi potensi lonjakan itu, Luthfi menegaskan kondisi jalan provinsi terus dimantapkan.
“Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujar Ahmad Luthfi, dikutip Holopis.com, Minggu (22/2/2026).
Luthfi mengakui masih terdapat 4.817 titik jalan berlubang yang saat ini dalam proses penanganan. Perbaikan dikebut agar seluruh jalur strategis dalam kondisi optimal sebelum puncak arus mudik. Dengan dukungan pemerintah pusat dan DPR RI, ia optimistis arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dapat berjalan aman dan terkendali.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur menjelang puncak arus mudik.
“Kita punya waktu pendek menjelang Lebaran. Tolong disampaikan secara komprehensif sehingga persiapan mudik dan balik betul-betul bisa ditangani dengan baik, dan kita pastikan masyarakat aman selamat sampai di tempat tujuan,” ujarnya.
Ia juga menekankan agar perbaikan jalan, khususnya di jalur Pantura, dapat diselesaikan sebelum H-10 Lebaran guna menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan koordinasi lintas kementerian telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik di Jawa Tengah.
“Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran akan dimulai pada Jumat, 13 Maret hingga 30 Maret 2026 selama 18 hari. Tahun ini Hari Raya Idulfitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga perlu perhatian bersama dalam pengelolaan dua momentum besar tersebut,” kata Menhub.

