HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, genangan dirasakan masyarakat di beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, pada Minggu (22/2).
“Sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak peristiwa ini,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (23/2).
Abdul memastikan tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir yang terjadi setelah adanya hujan intensitas tinggi.
Pada Minggu petang, Abdul menyebut bahwa petugas masih melakukan pendataan dan bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi bahaya susulan.
“Sedangkan genangan, tinggi muka air terpantau berangsur surut,” ujarnya.
Sehari sebelumnya di provinsi yang sama, Sabtu (21/2), banjir melanda tujuh desa di tiga kecamatan, Kabupaten Bima.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak kejadian ini, sedangkan satu keluarga mengungsi sementara waktu.
Selain catatan korban jiwa, ada kerugian material, di antaranya rumah rusak berat 1 unit, fasilitas terdampak di sektor pendidikan 2 unit serta tempat ibadah, kantor desa dan pasar masing-masing 1 unit.
Pada Minggu malam, genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tinggi muka air antara 10 – 70 cm, sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut.

