HOLOPIS.COM, JAKARTA – Burung murai batu masih menjadi salah satu burung kicau favorit para penghobi. Murai batu dikenal memiliki suara kicau atau gacor yang merdu serta gaya tarung yang atraktif.
Namun, murai tetap harus mendapat perawatan khusus agar tetap gacor sekaligus memiliki mental berani di lapangan. Murai perlu perawatan yang konsisten dan tepat.
Mengutip dari berbagai literasi termasuk Birds Depot, Senin, (23/2/2026), perawatan yang kurang optimal bakal membuat murai turun mental. Kondisi itu memicu burung malas berkicau. Apalagi saat bertemu lawan di arena lomba.
Berikut sejumlah tips penting yang bisa diterapkan agar murai batu tetap gacor:
1. Pola Mandi, Jemur, dan Pengembunan
Murai batu membutuhkan rutinitas mandi setiap hari. Biasanya, setelah mandi, burung dijemur sekitar 30 menit pada pagi hari untuk bantu metabolisme, meningkatkan stamina, dan birahi.
Dengan penjemuran yang cukup juga berperan dalam menjaga kondisi mental burung agar tak mudah stres saat menghadapi lingkungan baru.
Pengembunan juga penting diperlukan saat mental burung down. Selain itu, pengembunan bagus untuk menurunkan birahi.
2. Pemberian Pakan Bernutrisi Seimbang
Selain voer berkualitas, murai batu membutuhkan asupan extra fooding (EF) seperti jangkrik, hingga kroto. Kadang EF lain seperti ulat hongkong dipakai penghobi.
Dengan pemberian EF secara teratur bisa meningkatkan performa suara sekaligus menjaga energi burung.
Namun, porsi mesti disesuaikan dan tak berlebihan. Jangan sampai murai batu mengalami over birahi yang justru bisa membuatnya menjadi agresif atau kehilangan fokus saat lomba.

3. Latihan Mental Melalui Pengumbaran
Mengumbar murai batu di kandang umbaran dapat membantu meningkatkan kekuatan otot sayap serta melatih mental. Burung yang terbiasa bergerak aktif cenderung memiliki rasa percaya diri lebih tinggi ketika dihadapkan pada situasi kompetisi.
Latihan ini juga bisa mengurangi potensi stres akibat terlalu lama berada di sangkar harian.
4. Pemasteran Rutin
Pemasteran burung mesti dilakukan dengan memperdengarkan suara burung lain atau audio masteran. Masteran itu bisa dilakukan saat burung dalam kondisi tenang, seperti setelah mandi atau menjelang istirahat malam.
Materi masteran yang tepat bakal memperkaya variasi lagu murai sehingga membuatnya lebih kompetitif di arena.
5. Hindari Perubahan Lingkungan Mendadak
Murai batu termasuk burung yang sensitif terhadap perubahan lingkungan secara mendadak. Hindari memindahkan sangkar secara mendadak atau mempertemukan dengan burung lain tanpa adaptasi bertahap.
Dengan adaptasi yang baik bakal membantu burung bisa tetap tenang. Selain itu, tidak kehilangan mental saat berada di tempat baru.

