Minggu, 22 Feb 2026
BREAKING
Minggu, 22 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Tradisi Puasa Ramadan di Berbagai Negara, Dari Bedug hingga Meriam Iftar

4 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ramadan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan cara yang beragam, dipengaruhi budaya, sejarah, dan kebiasaan lokal masing-masing negara. Meski inti ibadahnya sama, yaitu menahan diri dari fajar hingga matahari terbenam, suasana Ramadan di setiap tempat memiliki ciri khas yang membuatnya terasa unik dan penuh warna.

Tradisi-tradisi ini tidak hanya menjadi pelengkap ibadah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, identitas budaya, serta hubungan sosial di tengah masyarakat.

- Advertisement -

1. Indonesia : Ngabuburit dan Tradisi Berbagi Takjil

Di Indonesia, Ramadan identik dengan kegiatan ngabuburit, yaitu mengisi waktu menjelang berbuka dengan berbagai aktivitas seperti berjalan santai, berburu takjil, atau berkumpul bersama keluarga. Pasar Ramadan bermunculan di banyak daerah, menjual aneka makanan khas seperti kolak, es campur, hingga jajanan tradisional.

Selain itu, budaya berbagi makanan juga sangat kuat. Banyak warga membagikan takjil gratis di masjid, jalanan, atau lingkungan sekitar sebagai bentuk sedekah dan kebersamaan.

- Advertisement -

2. Turki : Penabuh Drum Sahur yang Bersejarah

Di Turki, masyarakat masih mempertahankan tradisi penabuh drum keliling untuk membangunkan warga sahur. Para penabuh ini berjalan menyusuri jalan-jalan sempit sambil memainkan ritme khas yang sudah diwariskan sejak masa Ottoman.

Tradisi ini bukan sekadar membangunkan sahur, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan nilai komunal, karena warga sering memberikan ucapan terima kasih atau hadiah kecil kepada para penabuh.

3. Mesir : Lentera Fanous yang Menghidupkan Suasana

Ramadan di Mesir identik dengan fanous, lentera berwarna-warni yang dipasang di rumah, toko, hingga jalan-jalan utama. Cahaya lentera menciptakan suasana hangat yang melambangkan kegembiraan menyambut bulan suci.

Tradisi ini juga menjadi bagian dari kehidupan anak-anak yang membawa lentera sambil menyanyikan lagu Ramadan, sehingga nuansa perayaan terasa hidup di berbagai sudut kota.

4. Uni Emirat Arab: Dentuman Meriam Penanda Berbuka

Di beberapa negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab, dentuman meriam masih digunakan sebagai penanda waktu berbuka puasa. Tradisi ini berasal dari masa lalu ketika belum ada pengeras suara atau penunjuk waktu modern.

Kini, meriam Ramadan menjadi atraksi budaya yang dinanti warga dan wisatawan, sekaligus mengingatkan pada sejarah panjang praktik keagamaan di kawasan tersebut.

5. Maroko : Nafar, Penyeru Sahur dengan Busana Tradisional

Di Maroko, ada tokoh tradisional bernama Nafar yang berkeliling kota menjelang sahur sambil meniup alat musik tradisional. Ia mengenakan pakaian khas yang mencerminkan warisan budaya setempat.

Kehadirannya menciptakan suasana Ramadan yang khas, menghubungkan praktik ibadah dengan tradisi turun-temurun yang masih dijaga hingga sekarang.

Keberagaman tradisi ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ruang pertemuan antara agama dan budaya. Setiap negara mengekspresikan nilai yang sama melalui cara yang berbeda, menjadikan bulan suci ini terasa universal sekaligus sangat lokal di setiap tempat.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
4 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru