HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pelatih Chelsea Liam Rosenior mengaku frustasi dengan hasil imbang yang kembali diterima anak asuhnya, kali ini ditahan Burnley dengan skor 1-1.
Pertandingan Chelsea vs Burnley pada pekan ke-27 Liga Inggris 2025/2026 berlangsung di Stamford Bridge, Sabtu (21/2/2026) malam WIB.
Dalam pertandingannya, Chelsea sejatinya berhasil unggul lebih dulu berkat gol cepat Joao Pedro pada menit empat babak pertama, bahkan skor 1-0 itu mampu bertahan hingga jeda.
Malapetaka lantas menghampiri Chelsea pada menit 72, dimana Wesley Fofana diganjar kartu kuning kedua berujung kartu merah. Terpaksa, The Blues tampil dengan 10 pemain di tengah-tengah mempertahankan keunggulannya tersebut.
Chelsea nyaris menang, tapi buyar seketika saat Burnley sukses membuat gol penyeimbang di penghujung laga lewat torehan Zian Flemming. Alhasil, skor 1-1 terukir hingga tuntas.

Selepas laga, Rosenior menilai bahwa kekalahan tersebut bukan akibat dari kesalahan Fofana, tapi memang permainan Chelsea yang tak sesuai eksepektasi.
“Sejak gol pertama, kami kurang tajam saat menguasai bola. Saya menginginkan ketajaman. Saya ingin kita menciptakan gelombang demi gelombang serangan. Kami terlalu aman dalam penguasaan bola. Ketika Anda memberi tim, tim mana pun, keunggulan satu gol, apa pun bisa terjadi,” ucap Rosenior, seperti dikutip Holopis.com dari situs resmi Chelsea.
“Kartu merah terjadi, kita bermain dengan 10 pemain. Kami tahu ancaman terbesar mereka dengan Ward-Prowse di lapangan adalah bola mati. Kami melakukan serangan semaksimal mungkin karena itu satu-satunya cara mereka bisa mencetak gol dengan 10 pemain. Tapi kami masih belum bisa mempertahankan keunggulan,” tambahnya.
Hasil tersebut jadi tamparan keras bagi Chelsea, sebab merupakan hasil imbang beruntun di Liga Inggris, dimana sebelumnya The Blues ditahan Leeds United dengan skor 2-2.
Rosenior pun mengaku frustasi dengan hasil yang diraih Chelsea saat ini. Ia menyoroti bagaimana cara anak asuhnya mempertahankan keunggulan.
“Saya rasa rasa frustrasi lebih tertuju pada dua pertandingan kandang terakhir. Dari berada di posisi unggul dan mengendalikan permainan hingga gagal memenangkan kedua pertandingan tersebut, itulah frustrasi terbesar. Ini bukan kesalahan individu,” imbuhnya.
Sebagai informasi, hasil tersebut membuat posisi Chelsea sangat rentan tergeserkan dari zona Liga Champions. Kini, The Blues ada di posisi 4 dengan mengoleksi 45 poin dalam 27 pertandingan.
Chelsea punya poin sama dengan Manchester United di posisi lima yang belum main pekan ini, sehingga jika Setan Merah menang, maka The Blues otomatis turun tahta.

