HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih terus digenjot. Hingga 18 Februari 2026, sebanyak 1.000 gerai fisik Kopdes telah rampung dibangun dan siap melayani masyarakat desa di berbagai wilayah Indonesia.
Data Kementerian Koperasi mencatat, pembangunan Kopdes dilakukan bertahap dengan target ambisius mencapai 80.000 unit pada 2026. Saat ini, sekitar 20.000 unit masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pembangunan Kopdes akan terus dipercepat sesuai arahan Presiden.
“Jadi nanti pembangunan akan bertahap dan seperti yang disampaikan oleh Presiden nanti akan mencapai 80 ribu koperasi di akhir tahun ini,” jelasnya dalam keterangan yang dikutip Holopis.com, Sabtu (21/2/2026).
Skema Pendanaan dan Anggaran
Pembangunan Kopdes melibatkan berbagai sumber pembiayaan, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan BUMN. Plafon anggaran pembangunan ditetapkan sebesar Rp3 miliar per unit, dengan rincian:
- Rp2,5 miliar untuk pembangunan fisik dan kelengkapan operasional
- Rp500 juta untuk biaya operasional
Infrastruktur Lengkap di Desa
Setiap Kopdes dirancang menjadi pusat layanan terpadu desa, meliputi:
- Kantor koperasi
- Gerai sembako
- Unit simpan pinjam
- Klinik dan apotek desa
- Gudang berpendingin (cold storage)
- Sarana logistik
Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan mampu:
- Menekan harga kebutuhan pokok seperti sembako, pupuk, dan LPG
- Memperluas akses permodalan dengan bunga ringan
- Mendorong pertumbuhan UMKM lokal
- Membuka lapangan kerja baru
- Menyediakan layanan terpadu di desa
Program ini dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa. Dengan target puluhan ribu unit, Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat secara merata.

