Jumat, 20 Feb 2026
BREAKING
Jumat, 20 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Menag Dukung Program Prioritas Olahraga Nasional, Integrasikan Pendidikan Jasmani di Madrasah dan Pesantren

10 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan dukungan penuh terhadap program prioritas olahraga nasional dengan mengintegrasikan pendidikan jasmani secara fundamental di lingkungan pendidikan keagamaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag dalam Rapat Tingkat Menteri mengenai Program Prioritas Olahraga Nasional di Gedung Kemenko PMK, Kamis (19/2/2026).

- Advertisement -

Dalam forum itu, Menag memastikan setiap santri dan siswa madrasah memperoleh porsi pendidikan fisik yang memadai guna menunjang kesehatan jasmani dan rohani. Kebijakan tersebut juga termuat dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 450 Tahun 2024 yang menjadi pedoman implementasi kurikulum mulai dari Raudhatul Athfal hingga Madrasah Aliyah Kejuruan.

Menag menekankan bahwa urgensi olahraga dalam kehidupan manusia memiliki landasan teologis yang kuat. Ia mengutip hadis sahih riwayat Imam Muslim mengenai perintah Umar bin Khattab kepada penduduk Syam untuk mengajarkan anak-anak mereka berenang, memanah, dan menunggang kuda.

- Advertisement -

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الشَّامِ أَنْ عَلِّمُوا أَوْلادَكُمُ السِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ وَالْفُرُوسِيَّةَ

“Umar bin Khattab telah mewajibkan penduduk Syam supaya mengajar anak-anak kamu berenang, dan memanah, dan menunggang kuda.”- Hr.Muslim.

Sejalan dengan hadis tersebut, Menag menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung pembinaan olahraga.

“Kementerian Agama, berdasarkan perintah ayat Al-Qur’an dan Hadis, secara konsisten menyelenggarakan berbagai ajang olahraga seperti Porseni bagi pondok pesantren dan madrasah,” ujar Menag dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, ajang-ajang tersebut menjadi ruang apresiasi bagi bakat atletik di lingkungan keagamaan agar mendapatkan kesempatan yang setara. Secara khusus, Menag menyoroti peran Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (POSPENAS) sebagai ajang penggalian potensi atletik santri yang berkarakter khas pesantren.

Selain itu, terdapat pula Pekan Seni dan Olahraga Nasional (PESONA) PTKI yang ditujukan untuk menyiapkan delegasi mahasiswa menuju ajang internasional.

Keberhasilan pembinaan tersebut tercermin dari prestasi siswa madrasah di kancah global. Salah satu contohnya adalah Intan Cahaya Putri, siswi MTsN 6 Karanganyar, yang sukses meraih medali perak dalam ajang ASEAN Para Games 2026 pada cabang olahraga boccia.

Di tingkat pendidikan tinggi, kebijakan Kemenag juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa berprestasi. Data penerimaan mahasiswa baru PTKIN tahun 2026 menunjukkan ratusan siswa berprestasi dari tingkat kabupaten hingga internasional diterima melalui jalur prestasi di berbagai cabang olahraga, termasuk pencak silat, karate, dan panahan.

Menutup paparannya, Menag berharap program prioritas olahraga nasional ini terus melahirkan bibit-bibit atlet unggul dari madrasah dan pesantren. Kementerian Agama, kata dia, berkomitmen memfasilitasi setiap bakat anak bangsa agar dapat bersinar di berbagai bidang, baik sains, seni, maupun olahraga.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru