HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sahur menjadi waktu penting untuk mengisi energi sebelum menjalani puasa seharian. Namun, karena praktis dan cepat disajikan, tidak sedikit orang memilih mi instan sebagai menu andalan saat sahur. Padahal, jika terlalu sering dikonsumsi, makanan ini dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan dan justru membuat tubuh lebih cepat lemas saat berpuasa.
Mi instan memang mengenyangkan, tetapi kandungan gizinya tidak seimbang untuk kebutuhan energi jangka panjang. Tubuh memerlukan asupan karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral agar tetap bertenaga hingga waktu berbuka.
1. Kandungan Natrium Tinggi Bisa Memicu Dehidrasi
Mi instan mengandung natrium (garam) yang cukup tinggi. Konsumsi natrium berlebihan saat sahur dapat membuat tubuh lebih cepat merasa haus di siang hari. Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi ringan, yang ditandai dengan sakit kepala, tubuh lemas, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.
2. Rendah Serat, Perut Cepat Lapar
Sebagian besar mi instan rendah serat karena terbuat dari tepung olahan. Tanpa serat yang cukup, proses pencernaan berlangsung lebih cepat sehingga rasa kenyang tidak bertahan lama. Akibatnya, perut mudah lapar meskipun waktu berbuka masih jauh.
3. Minim Protein, Energi Tidak Stabil
Menu sahur ideal seharusnya mengandung protein, misalnya dari telur, ayam, tahu, atau tempe. Protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan menstabilkan energi. Jika sahur hanya dengan mi instan tanpa tambahan protein, tubuh cenderung cepat lelah karena energi mudah turun.
4. Lemak dan Kalori Tersembunyi
Bumbu mi instan umumnya mengandung lemak tambahan dan penguat rasa. Jika dikonsumsi terlalu sering, hal ini dapat meningkatkan asupan kalori tanpa disadari, yang dalam jangka panjang berisiko memicu kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.
5. Boleh Saja, Asal Tidak Jadi Kebiasaan
Mi instan sebenarnya tetap boleh dikonsumsi sesekali, terutama saat tidak sempat menyiapkan makanan lain. Namun, sebaiknya tidak dijadikan menu sahur rutin. Jika ingin tetap mengonsumsinya, imbangi dengan tambahan telur, sayuran segar, dan kurangi penggunaan bumbu agar kandungan gizinya lebih seimbang.
Memilih menu sahur yang lebih bernutrisi membantu tubuh tetap kuat menjalani puasa, menjaga hidrasi, serta membuat aktivitas harian tetap lancar tanpa rasa lemas berlebihan.

