HOLOPIS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat dilaporkan mulai menarik seluruh pasukannya dari Suriah. Sekitar 1.000 personel militer akan ditarik secara bertahap, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip tiga pejabat AS, Rabu (18/2).
Dikutip Holopis.com dari laporan sebelumnya, Kamis (19/2), Pentagon sebelumnya telah menarik pasukan dari pangkalan Al-Shaddadi di wilayah timur laut Suriah serta dari garnisun Al Tanf, pos strategis yang berada di perbatasan Suriah, Yordania, dan Irak.
Dalam dua bulan ke depan, seluruh pasukan yang tersisa dijadwalkan meninggalkan Suriah. Langkah ini akan mengakhiri kehadiran militer AS selama hampir satu dekade, yang dinilai Gedung Putih sudah tidak lagi diperlukan.
Pejabat AS menegaskan bahwa penarikan tersebut tidak berkaitan dengan pengerahan militer Amerika di kawasan Timur Tengah baru-baru ini yang disebut terkait potensi serangan terhadap Iran.
Amerika Serikat pertama kali mengirim pasukan ke Suriah pada 2014 di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama dengan tujuan memerangi kelompok ISIS di tengah konflik perang saudara. Pada masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, jumlah pasukan AS di negara itu mulai dikurangi secara bertahap.

