Kamis, 19 Feb 2026
BREAKING
Kamis, 19 Feb 2026

Profil Sanae Takaichi, PM Jepang yang Mengundurkan Diri

10 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTASanae Takaichi merupakan tokoh politik Jepang yang mencatatkan sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang. Ia resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang sekaligus Presiden Partai Demokrat Liberal sejak 2025.

Namun, dalam perkembangan terbaru, Takaichi mengundurkan diri bersama seluruh jajaran kabinetnya pada Rabu, 18 Februari, menjelang dibukanya sesi parlemen baru yang akan memilih perdana menteri pengganti. Pengunduran diri massal para menteri kabinet dilakukan dalam rapat kabinet yang digelar pada pagi hari waktu setempat.

- Advertisement -

Lahir di Yamatokōriyama, Prefektur Nara, pada 7 Maret 1961, Takaichi dikenal sebagai sosok politikus konservatif dengan pandangan tegas dalam kebijakan domestik maupun luar negeri. Karier panjangnya di panggung politik nasional menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah politik modern Jepang.

Biodata Singkat

  • Nama lengkap: Sanae Takaichi
  • Tanggal lahir: 7 Maret 1961
  • Tempat lahir: Yamatokōriyama, Nara, Jepang
  • Pendidikan: Universitas Kobe
  • Pekerjaan: Politikus
  • Jabatan terakhir: Perdana Menteri Jepang, Presiden Partai Demokrat Liberal
  • Tahun aktif politik: 1993–2025

Latar Belakang dan Pendidikan

Sanae Takaichi lahir dan dibesarkan di Nara. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Kobe sebelum memulai karier profesional sebagai penulis buku, staf legislatif, serta pembawa acara televisi. Pengalaman di berbagai bidang tersebut membentuk kemampuannya dalam komunikasi publik dan pemahaman kebijakan, yang kemudian menjadi modal penting saat terjun ke dunia politik nasional.

- Advertisement -

Karier politiknya dimulai pada 1993 ketika ia terpilih sebagai anggota Diet Nasional Jepang sebagai politisi independen. Tidak lama kemudian, ia bergabung dengan Partai Demokrat Liberal dan dikenal sebagai salah satu tokoh didikan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Perjalanan Karier Politik

Takaichi menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat sejak 2005 dan menduduki berbagai jabatan strategis dalam kabinet, terutama pada masa pemerintahan Shinzo Abe dan Fumio Kishida. Salah satu posisi penting yang pernah diembannya adalah Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi, di mana ia dikenal vokal dalam isu keamanan nasional, reformasi birokrasi, dan penguatan identitas nasional Jepang.

Pada 2021, ia mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Demokrat Liberal, tetapi kalah dalam putaran kedua dan menempati posisi ketiga. Di masa pemerintahan Fumio Kishida, ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Negara untuk Keamanan Ekonomi. Ia kembali maju sebagai kandidat ketua umum pada 2024, namun kembali gagal setelah kalah tipis.

Baru pada 2025, Takaichi berhasil memenangkan pemilihan ketua umum Partai Demokrat Liberal, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai ketua umum perempuan pertama partai tersebut. Setelah mengamankan koalisi politik, ia terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang pada 21 Oktober 2025.

Masa pemerintahannya diwarnai berbagai tantangan, termasuk ketegangan diplomatik dengan Tiongkok terkait sikap Jepang terhadap Taiwan. Dalam perkembangan terbaru, Takaichi mengumumkan pengunduran dirinya bersama seluruh jajaran kabinet pada 18 Februari, seiring dimulainya sesi parlemen baru yang akan memilih perdana menteri berikutnya. Keputusan ini menandai berakhirnya masa jabatan singkat namun bersejarah dalam politik Jepang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru