Rabu, 18 Feb 2026
BREAKING
Rabu, 18 Feb 2026

Padukan Tradisi dan Teknologi, Prambanan Shiva Festival Pukau Wisatawan

9 Shares

HOLOPIS.COM, SLEMAN – Kawasan Candi Prambanan bertransformasi menjadi pusat spiritual dan budaya dunia melalui gelaran Prambanan Shiva Festival 2026. Acara yang mencapai puncaknya pada perayaan Mahashivaratri, Minggu (15/2/2026), ini resmi didorong menjadi agenda unggulan pariwisata nasional untuk memperkuat posisi Prambanan sebagai destinasi spiritual tourism kelas dunia.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, yang hadir langsung dalam upacara tersebut, menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah pengalaman wisata bermakna yang mampu menghidupkan ekosistem ekonomi lokal.

- Advertisement -

“Kita harapkan agenda ini mampu menghidupkan Candi Prambanan bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya,” ujar Ni Luh Puspa di Kompleks Candi Prambanan, Sleman.

Prambanan Shiva Festival tahun ini menyajikan sejumlah daya tarik unik yang memadukan tradisi kuno dengan teknologi modern secara apik. Salah satu daya tarik utamanya adalah Festival Dipa, yakni penyalaan ribuan lampu dipa atau pelita yang menciptakan suasana magis di pelataran candi.

- Advertisement -

Momen syahdu ini diiringi oleh dentuman ritmis alat musik damaru, yang menghasilkan resonansi spiritual mendalam serta suasana khusyuk bagi para pengunjung yang hadir.

Tak hanya itu, kemegahan dinding-dinding batu Candi Prambanan yang dibangun pada abad ke-9 kini dipadukan dengan proyeksi visual melalui teknologi video mapping spektakuler.

Atraksi ini tidak hanya menawarkan keindahan estetika, tetapi juga menghadirkan narasi sejarah dan pesan kebersamaan melalui permainan cahaya yang memukau mata.

Perpaduan tradisi dan inovasi ini menjadi simbol harmoni dalam toleransi, sekaligus magnet kuat bagi wisatawan mancanegara maupun nusantara. Gelaran ini merefleksikan nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Indonesia yang menjadi daya tarik unik bagi wisatawan global yang mencari kedamaian dan keaslian budaya.

Wamenpar menekankan bahwa tren pariwisata global saat ini telah bergeser ke arah pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Wisatawan kini lebih mencari kedekatan emosional dengan budaya dan lingkungan lokal melalui pilgrimage tourism (wisata ziarah).

Data menunjukkan peningkatan jumlah umat Hindu di kawasan Asia-Pasifik sebesar 12 persen dalam satu dekade terakhir. Potensi besar ini dibidik Kemenpar untuk menjadikan Prambanan sebagai pusat gravitasi spiritual dunia, mengingat statusnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Selain rangkaian ritual, puncak festival juga diisi dengan aspek intelektual melalui International Conference – Prambanan Shiva Festival yang menghadirkan pakar dari berbagai negara di Wisnu Mandala.

“Event ini turut menggerakkan pelaku UMKM, pekerja seni, hingga sektor perhotelan di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ini adalah contoh konkret bagaimana budaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” pungkas Ni Luh Puspa.

Rangkaian festival ini telah berlangsung sejak 17 Januari 2026 dan ditutup dengan pesan perdamaian serta harapan akan kesejahteraan dunia melalui simbolisasi cahaya dipa di jantung Candi Prambanan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru