HOLOPIS.COM, BANDAR LAMPUNG – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, meresmikan kegiatan Masak Bersama Master Chef (MASAMO) di SPPG Rajabasa 3, Lampung, Minggu (15/2).
Program ini bertujuan memperkuat kompetensi juru masak guna menjamin standarisasi kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan menjangkau 83 juta penerima manfaat tahun ini.
Sebanyak 50 juru masak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) menjalani pelatihan intensif di bawah arahan Chef Norman Ismail. Materi pelatihan difokuskan pada penguasaan keamanan pangan, personal hygiene, hingga penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk memastikan aspek kesehatan dan gizi terpenuhi.
“Penguatan kapasitas juru masak adalah kunci agar kualitas, kebersihan, dan nilai gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) terjaga konsisten di seluruh Indonesia,” tegas Teuku Riefky dalam sambutannya.
Berdasarkan data kementerian, Program MBG saat ini telah melayani 65 juta jiwa melalui 21.897 unit SPPG. Pemerintah menargetkan ekspansi besar-besaran menjadi 36.600 unit SPPG pada akhir tahun ini.
Menekraf menekankan bahwa sektor kuliner, sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif, harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui rantai pasok program ini.
Kegiatan MASAMO di Lampung ini merupakan kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro, Badan Gizi Nasional, serta dukungan industri perlengkapan dapur nasional.
Lampung dipilih karena dinilai memiliki sinergi multipihak yang kuat dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi kreatif lokal. Wilayah ini dipandang sebagai model kolaborasi strategis antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.
Untuk mengangkat potensi lokal di sektor kuliner, fesyen, hingga kriya ke kancah nasional, sinergi ini diharapkan mampu menggerakkan ekosistem pertanian dan peternakan daerah yang terlibat langsung dalam rantai pasok Program MBG.
Melalui standarisasi ini, pemerintah berharap Program MBG tidak sekadar menjadi program pemenuhan nutrisi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita, tetapi juga meningkatkan standar profesionalisme industri kuliner komunitas di tingkat nasional.

