HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekitar 22,9 juta orang di Afghanistan, termasuk hampir 12 juta anak-anak, membutuhkan bantuan kemanusiaan sepanjang tahun lalu. Jumlah tersebut setara dengan hampir separuh dari total populasi negara itu, sebagaimana disampaikan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
Dikutip Holopis.com, Selasa (17/2), laporan tersebut menyebutkan bahwa krisis kemanusiaan di Afghanistan dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari guncangan iklim, stagnasi ekonomi yang berkepanjangan, hingga meningkatnya angka pengangguran. Kondisi tersebut secara signifikan memperluas kebutuhan bantuan di berbagai wilayah.
Cuaca ekstrem yang terus berulang, seperti kekeringan dan banjir, turut memperparah kerentanan masyarakat. Situasi ini tidak hanya memperdalam krisis pangan, tetapi juga menambah tekanan terhadap layanan publik yang sudah terbatas, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
UNICEF juga menyoroti keterbatasan pendanaan yang serius, terutama pada sektor air dan sanitasi, kesehatan, serta gizi. Kekurangan dana tersebut berdampak langsung pada penyediaan layanan dasar dan memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan bahan-bahan penting yang dibutuhkan untuk menyelamatkan jiwa masyarakat.

