HOLOPIS.COM, JAKARTA – Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, merasa prihatin melihat performa Maverick Vinales dalam beberapa musim terakhir. Kini, Lorenzo resmi menjadi pelatih performa Vinales di tim Red Bull KTM Tech3 untuk MotoGP musim ini.
Vinales yang debut di kelas utama pada 2015 kini memasuki musim ke-12. Namun, dalam lebih dari satu dekade kariernya, mantan pebalap Yamaha dan Aprilia itu baru mengoleksi 10 kemenangan balapan.
Musim lalu bersama Tech3, performanya bahkan menurun. Ia gagal meraih podium, dengan hasil terbaik finis kelima di seri Belanda.
Lorenzo, yang pernah tiga kali juara dunia bersama Yamaha, menilai masalah utama Vinales bukan sekadar teknis, melainkan mentalitas bertanding.
“Sekarang motivasinya sangat tinggi. Saya tidak tahu apakah lebih tinggi dari sebelumnya, karena saya tidak bersama dia selama bertahun-tahun,” kata Lorenzo, dikutip Holopis.com dari Crash, Selasa (17/2/2026).
Ia mengingat bakat besar Vinales sejak kecil.
“Saya mendengar tentang Maverick sejak dia berusia delapan tahun dan saat saya berusia 15 tahun, dan dia selalu menjadi pembalap yang luar biasa, begitu berbakat.”
Namun, Lorenzo menilai ada perubahan dalam beberapa tahun terakhir.
“Semua orang bilang bahwa saat dia masih kecil, dia adalah seorang pembunuh dan dia benci kalah. Dan entah bagaimana, saya rasa dalam lima atau enam tahun terakhir, dia kehilangan motivasi atau hasrat untuk menang.”
Kini, Vinales disebut menyadari bahwa dua atau tiga musim ke depan bisa menjadi kesempatan terakhirnya bersinar di MotoGP.
“Jadi, dia ingin memberikan lebih dari 100% agar bisa damai dengan dirinya sendiri dan melihat apa yang terjadi,” ujar Lorenzo.
Musim ini pun menjadi momen krusial bagi Vinales untuk membuktikan dirinya belum habis.

