HOLOPIS.COM, SEMARANG – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (10/2/2026).
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kesiapan sektor pariwisata di wilayah tersebut dalam menyambut lonjakan wisatawan pada perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Dalam keterangannya, Menpar Widiyanti menekankan bahwa momentum Imlek merupakan penggerak roda perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata. Didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Menpar mengawali peninjauan di Kelenteng Sam Poo Kong.
“Kita ingin memastikan destinasi siap menyambut wisatawan dengan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Menpar di Semarang.
Destinasi cagar budaya ini merupakan pusat perayaan Imlek di Semarang yang setiap tahunnya dipadati ribuan pengunjung. Menpar menyebut Sam Poo Kong sebagai simbol nyata akulturasi dan harmoni budaya di Indonesia.
Pembina Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, menjelaskan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan pesta budaya pada 15 Februari 2026. Acara yang memadukan unsur budaya Jawa dan Tionghoa tersebut dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Selain Sam Poo Kong, peninjauan juga dilakukan di Lawang Sewu. Menpar meninjau berbagai fasilitas pendukung, termasuk ruang immersive yang menghadirkan sejarah Kereta Api Indonesia melalui teknologi visual digital. Inovasi ini disebut sejalan dengan program Tourism 5.0 yang mendorong pengalaman wisata berbasis digital.
Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, memprediksi akan terjadi peningkatan kunjungan signifikan di Lawang Sewu selama masa libur Imlek, yakni mencapai 10.000 orang per hari dari rata-rata harian 6.000 orang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak pengelola telah menyiapkan langkah pengamanan, kebersihan, serta atraksi tambahan seperti pertunjukan barongsai dan pembagian angpau.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata dalam memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan di destinasi wisata nasional pada momentum hari besar keagamaan, guna memberikan dampak ekonomi optimal bagi daerah.

