Hati-hati, Ini Bahaya Konsumsi Makanan Olahan Berlebih

12 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di zaman sekarang, makanan olahan semakin mudah ditemukan dalam pola makan modern. Makanan jenis ini biasanya telah melalui berbagai proses industri sebelum sampai ke konsumen, mulai dari pengolahan, penambahan bahan pengawet, hingga pemanis dan perasa buatan. Contoh makanan olahan adalah fast food, sosis, nugget, kue kemasan, minuman bersoda, dan makanan siap saji lainnya.

Meskipun praktis dan mudah dinikmati, konsumsi makanan olahan secara berlebihan (ultra processed food atau UPF) dapat membawa beberapa risiko bagi kesehatan jika tidak dibatasi.

- Advertisement -

Berikut ini risiko gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan jika terlalu sering mengonsumi makanan olahan, dikutip Holopis dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI.

1. Meningkatkan Risiko Obesitas dan Kegemukan

Makanan olahan cenderung tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam, tetapi rendah serat serta nutrisi penting. Pola makan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi dapat menyebabkan penyimpanan lemak berlebih di tubuh, yang berujung pada obesitas dan masalah kesehatan lainnya seperti diabetes tipe 2.

- Advertisement -

2. Gangguan Sistem Kardiovaskular

Kandungan garam, lemak jenuh, dan lemak trans yang tinggi dalam makanan olahan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan tekanan darah. Faktor-faktor inilah yang menjadi pemicu penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah bila dikonsumsi secara rutin dalam jumlah banyak.

3. Potensi Menimbulkan Diabetes Melitus

Konsumsi gula berlebih yang terdapat dalam banyak makanan dan minuman olahan seperti minuman ringan dan makanan manis kemasan dapat menyebabkan gangguan regulasi gula darah. Lama-kelamaan, hal ini dapat meningkatkan risiko tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin dan memicu diabetes tipe 2.

4. Risiko Gangguan Pencernaan

Makanan olahan umumnya rendah serat karena banyak kandungan nutrisi alami seperti serat, vitamin, dan mineral telah berkurang melalui proses industri. Rendahnya asupan serat dapat memengaruhi fungsi usus, menyebabkan sembelit, ketidakseimbangan mikrobiota usus, dan gangguan pencernaan lainnya.

5. Paparan Bahan Tambahan dan Pengawet

Aditif seperti pengawet, pewarna buatan, perisa, serta bahan kimia lain yang sering ditambahkan pada makanan olahan dapat berpotensi memberikan efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan secara jangka panjang. Beberapa bahan ini diduga dapat memicu reaksi alergi, inflamasi, atau gangguan metabolik.

6. Memengaruhi Kualitas Diet Secara Keseluruhan

Ketergantungan pada makanan olahan dapat menggantikan konsumsi makanan utuh yang lebih sehat seperti buah, sayur, biji-bijian, serta sumber protein berkualitas. Pola makan yang tidak seimbang ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi optimal.

Agar tubuh tetap sehat sekaligus meminimalkan risiko-risiko tersebut, sobat Holopis dapat melakukan beberapa hal mulai dari memperbanyak makanan utuh seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian, mengurangi minuman manis dan bersoda, ganti dengan air putih atau teh tanpa pemanis, serta mengurangi belanja makanan olahan dengan lebih sering masak di rumah lebih sering agar bisa mengontrol bahan dan metode pengolahan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru