HOLOPIS.COM, SOLO – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan perjalanan masyarakat yang menggunakan transportasi darat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
“Pada masa Lebaran tahun 2026 ini diperkirakan sebanyak 143 juta orang akan melakukan perjalanan. Jawa Barat menjadi provinsi asal favorit dengan estimasi pergerakan sekitar 21,52 persen atau 30,97 juta orang, sementara Jawa Tengah menjadi tujuan favorit dengan estimasi 26,90 persen atau 38,71 juta orang,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan saat membuka rapat koordinasi kesiapan angkutan Lebaran di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026).
Untuk mendukung operasional angkutan Lebaran, pemerintah menyiapkan ratusan terminal, jembatan timbang yang difungsikan sebagai rest area, serta puluhan ribu armada bus antarkota, pariwisata, hingga lintas batas negara. Selain itu, sektor penyeberangan juga diperkuat dengan puluhan dermaga, ratusan kapal, serta puluhan pelabuhan dan lintasan penyeberangan aktif.
“Selain UPPKB yang kami fungsikan menjadi rest area, kami juga bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan beberapa masjid sebagai rest area tambahan bagi pemudik,” jelas Aan.
Pemerintah juga menekankan pentingnya aspek keselamatan melalui pelaksanaan rampcheck terhadap armada bus yang akan berlangsung mulai 23 Februari hingga 29 Maret 2026. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kendaraan memenuhi standar teknis dan laik jalan sebelum beroperasi melayani masyarakat.
“Rampcheck dilakukan untuk memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sehingga bisa meminimalisasi potensi kecelakaan, khususnya di jalur dengan kondisi geografis ekstrem,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menerapkan rekayasa lalu lintas serta pembatasan operasional angkutan barang selama masa mudik guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Kebijakan pembatasan operasional angkutan barang bertujuan melindungi keselamatan masyarakat yang mudik dan memastikan perjalanan berlangsung lancar, aman, dan nyaman,” tambahnya.
Pemerintah juga menyiapkan program mudik gratis menggunakan ratusan armada bus dengan kapasitas puluhan ribu penumpang serta fasilitas pengangkutan sepeda motor menuju puluhan kota tujuan di Pulau Jawa hingga Sumatera. Pendaftaran program tersebut direncanakan dibuka mulai 1 Maret 2026.
“Kami akan menyediakan 401 bus mudik gratis dengan kapasitas lebih dari 15 ribu penumpang dan fasilitas pengangkutan sepeda motor untuk puluhan kota tujuan,” ujar Aan.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Hubdat juga meninjau kesiapan jalur tol fungsional Jogja–Bawen Seksi 6 serta melakukan pengecekan operasional Terminal Tingkir yang dinilai siap mendukung operasional angkutan Lebaran dengan konsep mixed use.
“Kami berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat menciptakan penyelenggaraan angkutan Lebaran yang selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.


