HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa setiap potensi kesepakatan dengan Iran harus mencakup penghapusan material nuklir, penghentian pengayaan uranium, serta pembatasan pengembangan rudal balistik.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu pada 15 Februari usai pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington.
“Trump bertekad untuk mengupayakan secara maksimal kemungkinan tercapainya suatu kesepakatan, yang menurutnya dapat dicapai sekarang,” dikutip Holopis.com, (15/2).
Meski demikian, Netanyahu menegaskan dirinya tetap meragukan hasil dari proses tersebut. Ia menyatakan skeptis terhadap kemungkinan adanya kesepakatan apa pun dengan Iran.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menyampaikan bahwa Israel berupaya mengalihkan hubungan dengan Washington dari pola bantuan menjadi kemitraan strategis, sekaligus membangun industri pertahanan dalam negeri yang lebih mandiri.
Terkait operasi militer di Gaza, Netanyahu mengatakan pasukan Israel telah membongkar sekitar 150 kilometer dari total 500 kilometer jaringan terowongan.
“Kita harus menuntaskan pekerjaan ini,” ujarnya.
Ia menilai penghancuran terowongan diperlukan agar Hamas tidak lagi menggunakan fasilitas bawah tanah untuk menyembunyikan laboratorium senjata atau sarana lain guna mempersenjatai kembali kelompok tersebut.
Netanyahu juga menyebut Israel memberikan kesempatan bagi rencana gencatan senjata di Gaza, namun menegaskan operasi militer akan berlanjut jika diperlukan untuk melucuti Hamas.
Sementara itu, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, otoritas kesehatan di Gaza melaporkan 601 warga Palestina tewas dan 1.607 lainnya terluka akibat operasi militer Israel.


