HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tim Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz bersama Polda Papua melakukan olah tempat perkara terkait penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Boven Digoel, Papua Selatan.
Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menjelaskan hasil olah TKP menunjukkan penyerangan disertai penembakan ke pesawat Smart Air dilakukan oleh 20 anggota KKB.
Insiden teror brutal KKB itu terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026. Imbas teror itu berimbas terhadap pilot Egon Irawan serta kopilot Baskoro meninggal dunia.
Dari hasil wawancara dengan beberapa saksi, pesawat perintis itu mendarat sekitar pukul 10.30 WIT di Bandara Koroway Batu. Setelah penumpang turun, pesawat bersiap akan melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Namun, saat pilot menyalakan mesin, sekitar 20 anggota KKB muncul dari arah penginapan bandara. Para teroris itu membawa senjata api.
Pun, dari jarak kurang lebih 200 meter, para pelaku memberondong tembakan ke arah pesawat.
Melihat kondisi itu, para penumpang panik berlari menyelamatkan diri.
Pilot dan copilot selanjutnya berusaha menghindar dengan berlari menuju rumah warga di sekitar bandara.
Tapi, apes kedua kru pesawat itu dikejar KKB. Mereka ditangkap dan dibawa kembali ke area.
“Penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR itu terjadi saat pesawat hendak melanjutkan penerbangan ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (11/2),” kata Brigjen Pol Faizal, dikutip pada Minggu, (15/2/2026).
Dia mengatakan pelaku penyerangan adalah kelompok KKB Kanibal dan Semut Merah pimpinan Elkius Kobak dari Yahukimo. Dari hasil olah TKP juga terungkap di badan pesawat nahas itu terdapat 13 titik tembakan.
Berdasarkan keterangan saksi, diketahui penembakan berawal saat pesawat Smart Air yang mendarat sekitar Rabu (11/2) pukul 10.30 WIT di Lapangan Terbang Koroway Batu hendak melanjutkan penerbangan ke Dekai.
“KKB tiba-tiba muncul dan menembaki saat pilot pesawat Smart Air sedang menghidupkan mesin sehingga penumpang dan kru turun dari pesawat untuk menyelamatkan diri,” kata Brigjen Faizal.
Brigjen Faizal menuturkan, KKB yang mengejar dan menangkap dua kru pesawat itu kemudian menembaki hingga tewas. Kedua jenazah itu sudah dimakamkan di kota masing-masing.
Menurut keterangan saksi, para pelaku tak dikenal. KKB yang meneror diduga bukan penduduk Korowai. “Satgas Damai Cartenz saat ini melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.

