HOLOPIS.COM, SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan diguyur hujan pada hari ini, Sabtu (14/2/2026). Intensitas hujan bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat, terutama pada siang sampai awal malam hari.
Pada pagi hari, cuaca di Jawa Tengah umumnya berawan. Namun, kawasan Pantai Utara (Pantura) bagian timur berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.
Memasuki siang dan sore hari, hujan diprediksi turun lebih merata di berbagai daerah. Bahkan, di wilayah pegunungan dan dataran tinggi, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Dampak yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang atau puting beliung, sambaran petir, pohon tumbang, hingga genangan air di sejumlah titik.
Sebaran Wilayah Terdampak Hujan
Sejumlah daerah diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang, seperti Cilacap, Boyolali, Sukoharjo, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Salatiga, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Pati, Kudus, Jepara, Ungaran, Temanggung, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Bumiayu, Majenang, serta Ambarawa.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau membawa perlengkapan hujan dan lebih berhati-hati, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir. Pengendara juga diminta waspada terhadap potensi jalan licin dan jarak pandang yang menurun saat hujan lebat.
Adapun angin permukaan di Jateng pada hari ini umumnya bertiup dari arah Barat ke Utara dengan kecepatan 10–25 km per jam. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60–95 persen.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan dinamika atmosfer. Karena itu, warga disarankan memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG.

