Misteri Pasar Hantu Gunung Lawu

4 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, Gunung Lawu merupakan salah satu gunung paling populer di Indonesia. Selain memiliki panorama alam yang indah dan jalur pendakian yang menantang, gunung ini juga dikenal memiliki aura mistis yang kental.

Banyak pendaki menyebut bahwa suasana di beberapa titik Gunung Lawu terasa berbeda, terutama saat malam hari atau ketika kabut tebal menyelimuti jalur pendakian. Dari sekian banyak cerita horor yang beredar, kisah tentang pasar setan menjadi salah satu legenda paling terkenal.

- Advertisement -

Lokasi Pasar Setan di Hargo Dalem

Konon, pasar setan berada di sekitar salah satu puncak Gunung Lawu, yakni Hargo Dalem. Area ini memang dikenal sakral dan sering dikaitkan dengan berbagai kejadian di luar nalar.

Sesuai namanya, pasar setan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Tidak ada bangunan, tidak ada lapak, dan tidak ada kerumunan manusia secara fisik. Namun, sejumlah pendaki mengaku mendengar suara ramai seperti aktivitas jual beli saat melintasi kawasan tersebut.

- Advertisement -

Kesaksian Pendaki: Suara Ramai di Tengah Sunyi

Beberapa pendaki yang pernah melewati lereng Hargo Dalem mengaku mendengar suara orang berbicara, tawar-menawar, hingga bunyi-bunyi seperti barang dagangan dipindahkan. Anehnya, ketika mereka mencari sumber suara, tidak ditemukan siapa pun di sekitar lokasi.

Tak sedikit pula yang mengaku melihat sosok-sosok tak kasatmata yang menawarkan barang dagangan. Penampakan tersebut disebut menyerupai pasar tradisional, lengkap dengan pedagang dan pembeli. Namun, semua itu hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu yang dipercaya memiliki kepekaan spiritual lebih.

Cerita-cerita ini menyebar dari mulut ke mulut dan semakin memperkuat reputasi Gunung Lawu sebagai salah satu gunung paling angker di Pulau Jawa.

Mitos Barter dengan Makhluk Gaib

Menurut kepercayaan yang berkembang di kalangan masyarakat dan pendaki senior, apabila seseorang mendengar suara aneh seperti keramaian pasar di area tersebut, ia tidak boleh mengabaikannya begitu saja.

Konon, pendaki dianjurkan untuk membuang atau meninggalkan salah satu barang yang dibawa sebagai simbol barter dengan makhluk gaib penghuni pasar setan.

Barang tersebut bisa berupa makanan ringan, koin, atau benda kecil lainnya.

Ritual sederhana ini dipercaya sebagai bentuk “transaksi” agar pendaki tidak diganggu selama perjalanan. Mereka yang menolak atau bersikap tidak sopan diyakini berisiko mengalami kejadian mistis, seperti tersesat, kehilangan barang, atau merasakan gangguan fisik secara tiba-tiba.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
4 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru