Legenda Teke-Teke, Hantu Jepang Korban Bullying

14 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Teke-Teke adalah salah satu legenda urban paling terkenal dari Jepang yang menceritakan sosok makhluk gaib menyeramkan dengan wujud setengah tubuh yang berlari cepat sambil mengeluarkan suara “teke-teke”. Cerita ini populer di kalangan masyarakat Jepang dan telah menjadi bagian dari budaya cerita horor modern di negara tersebut.

Asal Usul Legenda

Legenda hantu Teke-Teke berasal dari kisah kelam seorang siswi yang menjadi korban bullying atau perundungan. Menurut cerita yang beredar, ia sering dihina, bahkan mengalami kekerasan fisik. Suatu hari, siwi tersebut mengalami kecelakan tragis hingga merenggut nyawanya. Ia diceritakan jatuh ke rel kereta api dan tubuhnya terbelah dua oleh kereta yang melintas sehingga hanya tersisa bagian atas tubuhnya. Akibat luka yang sangat parah itu, arwahnya tidak tenang dan dipercaya terus berkeliaran setelah kematian.

- Advertisement -

Nama Teke-Teke sendiri berasal dari suara langkah tangannya yang bergerak cepat di lantai atau tanah ketika ia berlari mengejar korbannya, dimana menghasilkan bunyi berulang seperti “teke-teke … teke-teke …“. Teke-Teke memang bergerak menggunakan tangan atau siku karena tidak memiliki kaki akibat kecelakaan. Suara hentakan tangan ke tanah inilah yang kemudian menjadi ciri khasnya.

Dalam legenda urban, Teke-Teke digambarkan sebagai sosok berwajah pucat, rambut panjang yang kusut menutupi sebagian wajah, serta tubuh bagian bawah yang hilang tepat di pinggang. Karena tubuhnya tidak utuh, penampilan hantu Teke-Teke sering ditafsirkan sebagai sesuatu yang menyeramkan dan tidak wajar, sehingga memicu rasa takut bagi siapapun yang melihatnya.

- Advertisement -

Teke-teke dikenal sebagai hantu dari arwah penasaran yang berkeliaran di sekitar rel dan sekolah serta memiliki sifat yang cukup agresif. Teke-Teke dipercaya akan mengejar orang yang berada di dekatnya tanpa suara selain bunyi khas tersebut, dan dalam beberapa versi cerita, dikatakan bahwa bila ia berhasil menangkap korban, maka tubuh korban akan terbelah menjadi dua, mirip kondisi yang dialaminya saat meninggal akibat kecelakaan tragis.

Cerita tentang hantu Teke-Teke tidak hanya sekedar urban legend semata. Bagi masyarakat Jepang, sosok Teke-Teke sering dipandang sebagai peringatan atau refleksi atas dampak buruk perundungan (bullying) terutama di lingkungan sekolah serta bagaimana kekerasan terhadap sesama manusia dapat berujung pada penderitaan dan gangguan psikologis. Dalam berbagai versi cerita, kisah tragis yang menimpa Teke-Teke adalah akibat perlakuan tak manusiawi yang ia terima sebelum meninggal.

Kisah Teke-Teke bahkan muncul dalam berbagai media populer seperti film horor Jepang, manga, dan video game, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu legenda urban paling dikenali di Jepang dan dunia. Keberadaan cerita ini mencerminkan bagaimana mitos urban berkembang dan menyesuaikan diri dengan ketakutan serta pengalaman sosial masyarakat modern.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
14 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru