HOLOPIS.COM, KARAWANG – Penantian panjang masyarakat Karawang akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui serangkaian tahapan teknis yang ketat, Jembatan Curug Klari secara resmi mulai dioperasikan pada Jumat (13/2).
Peresmian ini menandai babak baru dalam konektivitas wilayah Klari dan sekitarnya, yang selama ini menjadi salah satu titik tumpu mobilitas di Kabupaten Karawang. Keandalan Konstruksi dan Uji Beban sebelum resmi dibuka untuk umum, pihak berwenang memastikan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama.
Melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Jawa Barat, jembatan ini telah menjalani tahapan loading test atau uji beban untuk memvalidasi kekuatan serta keandalan konstruksinya.
Berdasarkan informasi dari akun resmi @pu_jalan_dkijabar, pengujian ini sangat krusial mengingat letak geografis jembatan yang membentang di atas Sungai Citarum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa struktur jembatan siap menahan beban kendaraan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, menjamin keselamatan para pengguna jalan dalam jangka panjang.
Jembatan megah ini memiliki spesifikasi teknis yang cukup mumpuni dengan panjang mencapai 160 meter dan lebar 9 meter. Pembangunan infrastruktur strategis ini menelan pagu anggaran sebesar Rp11,9 miliar, yang bersumber sepenuhnya dari pendanaan Pemerintah Pusat.
Kehadiran jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi melalui perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Dengan desain yang lebih modern dan kapasitas jalan yang lebih luas, akses transportasi di wilayah ini kini menjadi jauh lebih aman dan efisien dibandingkan sebelumnya.
Satu poin yang paling krusial dari beroperasinya Jembatan Curug Klari adalah pengalihan arus kendaraan bermuatan besar. Selama bertahun-tahun, kendaraan bertonase besar terpaksa melintasi jalur Dam Curug. Jalur tersebut sejatinya memiliki keterbatasan kapasitas, sehingga sering kali memicu kepadatan arus lalu lintas yang parah serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga sekitar.
“Dengan adanya jembatan baru ini, kendaraan besar tidak lagi harus masuk ke jalur Dam Curug. Ini adalah langkah preventif untuk mengurangi risiko kerusakan bendungan sekaligus menjamin kelancaran distribusi logistik,” ungkap salah satu narasumber teknis dalam laporan pembangunan tersebut.
Warga Klari menyambut antusias peresmian ini. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan urat nadi ekonomi. Kelancaran distribusi barang dari dan menuju kawasan industri maupun pusat perdagangan diharapkan dapat menekan biaya logistik dan waktu tempuh.
Masyarakat berharap pemerintah tetap melakukan pengawasan berkala terhadap pemeliharaan jembatan agar fungsinya tetap optimal sebagai solusi jangka panjang. Kini, mobilitas warga tidak lagi terkendala oleh kemacetan di titik-titik rawan, menjadikan Jembatan Curug Klari sebagai simbol kemajuan infrastruktur di Kabupaten Karawang.

