HOLOPIS.COM, JAKARTA – Siklus haid yang teratur penting bagi kesehatan reproduksi perempuan karena menunjukkan bahwa sistem hormonal dan organ reproduksi bekerja dengan baik.
Dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI, siklus menstruasi umumnya terjadi setiap 21–35 hari dan berlangsung selama 2–7 hari. Bila haid datang terlalu cepat, terlambat, atau bahkan tidak terjadi sama sekali dalam beberapa bulan, kondisi ini bisa disebut haid tidak teratur.
Haid tidak teratur bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon, stres, pola hidup tidak sehat, penggunaan alat kontrasepsi tertentu, hingga masalah kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik atau gangguan tiroid.
Agar haid kembali lebih lancar dan sesuai siklusnya, kamu bisa mencoba beberapa langkah sederhana di bawah ini:
1. Tidur yang Cukup
Kualitas dan durasi tidur sangat berpengaruh terhadap keseimbangan hormon yang mengatur siklus haid. Pastikan tidur 7–9 jam per malam setiap harinya agar hormon tubuh bisa bekerja optimal.
2. Jaga Berat Badan Ideal
Berat badan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengganggu produksi hormon reproduksi sehingga memengaruhi siklus haid. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga teratur dapat membantu haid menjadi lebih teratur.
3. Olahraga Secara Rutin
Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga keseimbangan hormon. Olahraga ringan seperti jalan cepat, bersepeda, atau yoga selama sekitar 30 menit per hari atau 150 menit per minggu bisa mendukung siklus haid yang lebih lancar.
4. Kelola Stres dengan Baik
Stres merupakan salah satu faktor umum yang menyebabkan haid tidak teratur karena memengaruhi hormon stres dan hormon reproduksi. Teknik seperti meditasi, latihan pernapasan, atau aktivitas menyenangkan dapat membantu mengurangi stres.
5. Konsumsi Jahe atau Kayu Manis
Beberapa bahan alami, seperti jahe dan kayu manis, dipercaya dapat membantu tubuh lebih rileks serta mendukung fungsi hormonal yang berhubungan dengan haid. Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya jelas, keduanya sering digunakan sebagai minuman pelancar haid.
6. Cukupi Asupan Vitamin D
Kekurangan vitamin D dapat memengaruhi hormon reproduksi dan membuat siklus haid menjadi tidak stabil. Makanan yang kaya vitamin D seperti ikan salmon, sarden, kuning telur, atau jamur dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh.
7. Pertimbangkan Jenis Kontrasepsi Lain
Penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB, IUD, atau implan bisa menyebabkan haid menjadi tidak teratur terutama di awal pemakaian. Jika setelah 3 bulan penggunaan siklus haid masih tidak stabil, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan jenis kontrasepsi lain yang lebih sesuai.
Jika setelah menerapkan langkah-langkah diatas haid masih tetap tidak lancar atau disertai gejala lain seperti nyeri hebat, pendarahan yang terlalu banyak, atau haid berlangsung lebih lama dari biasanya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.Hal ini penting dilakukan agar penyebabnya dapat dianalisis dan ditangani secara tepat.

