Danantara Targetkan Perampingan BUMN Rampung Tahun Ini, Pastikan Tak Ada PHK

21 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) menargetkan proses perampingan atau pemangkasan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat diselesaikan pada tahun 2026 ini.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, sejumlah skema telah disiapkan untuk mengurangi jumlah BUMN, mulai dari merger hingga pembubaran atau likuidasi perusahaan.

- Advertisement -

“Kita sudah petakan. Pokoknya tahun ini kita harus selesai melakukan seluruh perampingan BUMN,” ujar Dony kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/2/2026) dikutip Holopis.com.

Menurut Dony, perampingan ratusan BUMN akan menciptakan efisiensi, terutama melalui penyusutan jumlah direksi dan komisaris. Ia menilai langkah ini menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola perusahaan pelat merah agar lebih efisien dan berdaya saing.

- Advertisement -

“Supaya lebih efisien kan, kan banyak perusahaan kita yang tidak efisien, masih rugi, skalanya kecil-kecil,” ucapnya.

Transformasi dan reformasi tersebut disebut sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja BUMN ke depan. Dony optimistis pengurangan jumlah entitas usaha akan berdampak positif terhadap kapitalisasi dan laba perseroan.

“(Kapitalisasi) tambah tinggi karena kan menjadi efisien, labanya meningkat, tentu kapitalisasinya menjadi lebih baik,” kata Dony.

Lebih lanjut, Dony memastikan aksi konsolidasi maupun likuidasi tidak akan merugikan pekerja. Karyawan yang terdampak restrukturisasi akan diserap oleh perusahaan hasil merger.

Langkah konsolidasi tersebut ditegaskan tidak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

“Karyawannya tentu akan di-absorb (diserap) di perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Ini yang akan kita lakukan. Jadi tidak usah khawatir,” katanya.

BUMN yang bergerak di sektor sejenis menjadi prioritas untuk dikonsolidasikan, salah satunya sektor asuransi dan reasuransi. Menurutnya, saat ini negara memiliki banyak BUMN di bidang tersebut dengan skala usaha yang relatif kecil.

“Ini sedang kita tinjau, apakah likuidasi atau kita merger? Masih mampu atau tidak? Tapi kita ke depannya hanya punya satu perusahaan cukup, tapi kuat daripada kita punya banyak tapi kecil-kecil,” tandas Dony.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
21 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru