Apa Itu Whip Pink? Ini Fakta Mengejutkan soal Gas Tertawa

11 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Whip Pink menjadi sorotan setelah namanya kerap dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan gas Nitrous Oxide (N2O). Istilah ini merujuk pada salah satu merek tabung berwarna pink yang sebelumnya dijual bebas di pasaran.

Produk tersebut dikenal luas sebagai tabung berisi gas yang lazim digunakan untuk membuat whipped cream atau krim kocok.

- Advertisement -

Namun, Whip Pink bukan satu-satunya merek yang menawarkan produk serupa. Sejumlah merek lain juga memasarkan tabung yang disebut-sebut berisi Nitrous Oxide.

Dalam praktik medis, gas ini dikenal sebagai “gas tertawa” dan digunakan sebagai obat penenang, terutama dalam prosedur tertentu di fasilitas kesehatan.

- Advertisement -

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui laman resminya menegaskan bahwa Nitrous Oxide dapat menimbulkan efek berbahaya jika dihirup di luar prosedur medis.

Gas ini memang dapat memicu rasa euforia dan relaksasi dalam waktu singkat, tetapi risikonya jauh lebih besar dari sekadar sensasi sesaat.

Risiko Kesehatan dari Penggunaan Nitrous Oxide

Saat dihirup, Nitrous Oxide menggantikan oksigen dalam darah. Kondisi ini membuat otak dan jantung kekurangan pasokan oksigen, yang berpotensi menyebabkan hilang kesadaran secara mendadak.

Dalam situasi tertentu, tubuh bisa mengalami kolaps tanpa peringatan akibat kekurangan oksigen.

Dalam sejumlah publikasi ilmiah yang dimuat di laman NCBI, penggunaan Nitrous Oxide dalam jangka pendek dilaporkan dapat menimbulkan efek relaksasi dan euforia.

Meski demikian, sebagian pengguna juga mengalami efek samping seperti kesemutan, mengantuk, pusing, hingga sakit kepala.

Risiko jangka panjangnya lebih serius. Penggunaan rutin berpotensi menyebabkan gangguan pada otak dan saraf. Nitrous Oxide diketahui dapat menghambat pemrosesan vitamin B12, yang berperan penting dalam pembentukan sel saraf dan sel darah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, penyalahgunaan gas ini bahkan dapat memicu halusinasi berat hingga memerlukan penanganan medis.

Frekuensi penggunaan menjadi faktor krusial. Konsumsi kecil dan jarang disebut memiliki risiko jangka panjang yang lebih rendah, tetapi penggunaan berulang meningkatkan potensi dampak kesehatan yang serius.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
11 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru