Usai Outlook Utang RI Diturunkan Moody’s, Danantara Pepet Fitch dan S&P

16 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan akan memperkuat komunikasi dengan lembaga pemeringkat internasional menyusul perubahan outlook peringkat utang Indonesia oleh Moody’s Ratings.

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan kejelasan arah kebijakan fiskal dan strategi pemerintah dapat dipahami secara utuh oleh pemangku kepentingan global.

- Advertisement -

Selain Moody’s, Danantara juga bersiap menjalin komunikasi intensif dengan Fitch Ratings serta Standard & Poor’s (S&P) yang dijadwalkan akan melakukan penilaian terhadap Indonesia dalam waktu dekat.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan perhatian lembaga pemeringkat saat ini terutama tertuju pada aspek komunikasi kebijakan dan konsistensi arah kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, koordinasi lintas institusi menjadi hal yang krusial.l

- Advertisement -

“Tentu harus ditindaklanjuti. Bagus ada peringatan seperti itu. Poin utama dari Moody’s adalah soal komunikasi dan arahan kebijakan,” kata Pandu saat menghadiri China Conference Southeast Asia di Jakarta, Selasa (10/2/2026), dikutip Holopis.com

Pandu menjelaskan, sistem kebijakan pemerintah pada dasarnya telah memiliki mekanisme evaluasi internal yang berjalan, selama rencana kerja disampaikan secara terbuka dan dijalankan secara terkoordinasi. Tantangan utama saat ini adalah memastikan komunikasi kebijakan dilakukan secara jelas, konsisten, dan dapat dipahami oleh investor serta lembaga pemeringkat internasional.

Menurut Pandu, Indonesia memiliki berbagai perkembangan positif yang perlu dikomunikasikan secara lebih efektif kepada pasar global. Ia juga mengakui bahwa selama ini komunikasi eksternal masih belum optimal, sehingga sejumlah capaian domestik belum sepenuhnya tercermin dalam persepsi investor internasional.

Terkait posisi Danantara sebagai sovereign wealth fund, Pandu menyebut lembaga tersebut masih tergolong muda, dengan usia sekitar 11,5 bulan. Sejak awal pendiriannya, Danantara menetapkan prinsip berorientasi pada laba, dikelola secara profesional tanpa keterlibatan politisi, terbuka terhadap talenta global, serta dilindungi oleh business judgment rule.

Namun demikian, Pandu menilai tantangan utama Danantara adalah kemampuan untuk menolak proyek yang dinilai penting secara nasional, tetapi belum memberikan keuntungan secara komersial.

Untuk rencana investasi tahun ini, Danantara menargetkan alokasi dana sekitar US$13–14 miliar secara global. Alokasi tersebut direncanakan terbagi relatif seimbang antara investasi domestik dan luar negeri, yang mencakup saham, obligasi, serta investasi privat.

Pandu menegaskan, investasi luar negeri diarahkan pada proyek-proyek yang memiliki potensi transfer pengetahuan, nilai, dan teknologi ke Indonesia.

Sebelumnya, Moody’s Ratings pada Kamis (5/2) menurunkan outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Dalam pengumumannya, Moody’s menyoroti ketidakjelasan struktur tata kelola, skema pembiayaan, serta prioritas investasi Danantara.

Moody’s juga menilai dalam setahun terakhir terjadi penurunan prediktabilitas dan kohesi dalam proses pengambilan kebijakan, yang disertai komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif.

Selain itu, lembaga pemeringkat tersebut menyoroti meningkatnya risiko fiskal seiring dengan perluasan belanja pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah penerimaan negara yang masih terbatas.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperlebar defisit dan menekan kepercayaan investor apabila tidak diimbangi dengan kejelasan kebijakan serta penguatan tata kelola.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
16 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru