HOLOPIS.COM, JAKARTA – Parfum bukan sekadar pelengkap penampilan. Aroma yang tepat bisa membangun kesan pertama, meningkatkan rasa percaya diri, hingga menjadi bagian dari identitas seseorang. Tidak heran jika banyak orang menganggap parfum sebagai bentuk self-expression yang personal.
Namun, di tengah tren media sosial dan derasnya rekomendasi produk, keputusan membeli parfum sering kali dipengaruhi dorongan sesaat. Lalu, bagaimana membedakan antara investasi dan impulse buying?
1. Punya Signature Scent yang Konsisten
Parfum menjadi investasi ketika dipilih dengan pertimbangan matang dan digunakan secara konsisten. Aroma yang cocok dengan karakter serta aktivitas sehari-hari akan terasa menyatu dan tidak mudah membosankan.
Signature scent yang dipakai berulang kali juga membangun identitas yang kuat, karena orang lain akan mengingat aroma tersebut sebagai ciri khas pemakainya.
2. Cocok di Kulit, Bukan Hanya di Tester
Banyak orang jatuh hati pada aroma di kertas tester, padahal hasil akhirnya di kulit bisa berbeda. Parfum yang benar-benar layak disebut investasi adalah yang tetap nyaman setelah melewati fase awal hingga dry down. Jika wanginya tetap enak dipakai berjam-jam dan tidak membuat pusing, artinya pilihan tersebut memang sesuai, bukan sekadar tertarik sesaat.
3. Tidak Dibeli Karena FOMO
Impulse buying biasanya dipicu tren atau rasa takut ketinggalan. Parfum yang viral belum tentu cocok untuk semua orang. Jika alasan membeli lebih karena ingin mengikuti arus atau tergoda diskon, besar kemungkinan parfum tersebut hanya dipakai beberapa kali. Pembelian yang didasari kebutuhan dan kecocokan pribadi cenderung lebih bertahan lama.
4. Dipakai Sampai Habis, Bukan Sekadar Koleksi
Nilai sebuah parfum tidak diukur dari seberapa mahal atau banyak koleksinya, melainkan seberapa sering digunakan. Satu botol yang habis terpakai menunjukkan bahwa pilihan tersebut benar-benar tepat. Sebaliknya, banyak botol yang hanya tersimpan di rak menandakan keputusan yang kurang matang.
Jadi, Investasi atau Impulsif?
Parfum bisa menjadi investasi ketika dipilih dengan sadar, sesuai karakter, dan digunakan secara konsisten. Namun, jika dibeli karena tren atau dorongan sesaat, besar kemungkinan hanya menjadi impulse buying. Pada akhirnya, nilai parfum bukan terletak pada harganya, melainkan pada seberapa nyaman dan percaya diri seseorang saat memakainya.

