HOLOPIS.COM, JAKARTA – Survival mode adalah kondisi ketika tubuh dan pikiran secara otomatis memprioritaskan respons bertahan hidup ketika menghadapi stres berat atau ancaman fisik dan emosional yang terus-menerus.
Kondisi ini bukan hanya terjadi saat menghadapi situasi ekstrem, tetapi juga bisa dipicu oleh tekanan hidup sehari-hari seperti beban pekerjaan, konflik pribadi, atau masalah finansial yang berkepanjangan.
Dalam jangka pendek, survival mode merupakan respons adaptif tubuh. Namun, jika berlangsung terus-menerus hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.
Dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI, ketika survival mode aktif, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman, yang dikenal sebagai respons fight, flight, atau freeze. Pada kondisi ini, sistem saraf menjadi lebih fokus pada kewaspadaan daripada pada fungsi tubuh atau pikiran yang normal, sehingga berbagai perubahan bisa terjadi pada pola hidup dan kesejahteraan seseorang.
Berikut ini tanda-tanda serta penanganan yang dapat dilakukan ketika tubuh berada dalam kondisi survival mode :
Tanda-Tanda Survival Mode
1. Sulit Berkonsentrasi atau Mengambil Keputusan
Survival mode membuat otak fokus pada ancaman dan masalah yang ada, sehingga kemampuan berpikir rasional dan konsentrasi menurun. Kamu mungkin merasa sulit untuk mengambil keputusan sederhana atau merasa otak penuh.
2. Perubahan Pola Tidur
Ritme tidur bisa terganggu, baik berupa insomnia, sering terbangun di malam hari, maupun tidur lebih lama dari biasanya namun tetap merasa tidak segar saat bangun.
3. Gangguan Nafsu Makan
Respons stres dapat memengaruhi hormon yang mengatur lapar dan kenyang, sehingga sebagian orang kehilangan selera makan, sementara yang lain justru makan berlebihan sebagai cara menenangkan diri.
4. Mudah Marah atau Cemas
Ketika tubuh terus berada dalam mode siaga, sensitivitas terhadap situasi sekitar meningkat, yang dapat membuat seseorang menjadi mudah marah, tegang, atau merasa cemas tanpa alasan yang jelas.
5. Menghindari Masalah atau Interaksi Sosial
Energi mental yang terkuras sering kali membuat seseorang lebih memilih menyendiri dan menghindari interaksi sosial atau aktivitas yang sebelumnya menyenangkan.
Penanganan Survival Mode
Meski survival mode merupakan respons alami tubuh terhadap stres, kondisi ini perlu ditangani apabila sudah mengganggu kehidupan sehari-hari atau berlangsung dalam jangka waktu lama. Langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk membantu tubuh keluar dari kondisi siaga berlebihan dan memulihkan keseimbangan:
1. Konseling atau Psikoterapi
Konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu mengidentifikasi sumber stres dan mengembangkan strategi koping yang sehat. Dalam terapi, kamu belajar mengatur emosi, memahami pemicu stres, dan membangun kembali rasa aman serta kontrol diri.
Strategi Manajemen Stres Sehari-hari
Selain terapi profesional, langkah-langkah sederhana seperti teknik relaksasi, olahraga ringan, meditasi, dan berpikir positif dapat membantu menurunkan respons stres tubuh secara bertahap. Membangun rutinitas harian yang sehat juga memberi sinyal bagi tubuh bahwa kondisi aman untuk kembali normal.
2. Mendukung Kesehatan Fisik
Tidur yang cukup, pola makan seimbang, serta aktivitas fisik teratur merupakan bagian penting dari penanganan survival mode. Perubahan gaya hidup yang sehat membantu menurunkan kadar hormon stres serta memberi waktu istirahat yang benar-benar memulihkan tubuh secara fisik maupun mental.
Dengan mengenali tanda-tanda yang muncul dan mengambil langkah yang tepat, tubuh dan pikiran dapat dibantu kembali ke keadaan yang lebih seimbang, sehingga kualitas hidup dan kesehatan secara menyeluruh turut meningkat.

