Begini Pernyataan PBSI Soal Aturan Baru Badminton yang Dirilis BWF

12 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Federasi Badminton Dunia alias BWF meluncurkan transformasi badminton terbaru, salah satu diantaranya merupakan perubahan format kompetisi Super 1000. PBSI pun merespon hal tersebut.

Dalam hal ini, Kabid Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto menyampaikan bahwa penerapan format baru Indonesia Open dengan durasi 11 hari sebagai turnamen level Super 1000 merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung arah pengembangan bulutangkis dunia yang dicanangkan oleh BWF.

- Advertisement -

“Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang. Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” ujar Bambang, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, format baru ini juga memberikan nilai tambah dari sisi atlet. “Jumlah peserta nomor tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” jelasnya.

- Advertisement -

Menurut Bambang, aspek kondisi bertanding dan pemulihan atlet menjadi perhatian utama. “Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya mengunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” tambahnya.

Selain aspek teknis dan kompetisi, Bambang menekankan bahwa Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. “Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggaraan Indonesia Open memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan. Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” ungkapnya.

PBSI menilai bahwa penguatan unsur sportainment, sejalan dengan kualitas kompetisi yang semakin tinggi, akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia, sekaligus mendukung upaya BWF dalam memperluas jangkauan dan popularitas bulutangkis secara global.

Peluncuran Transformasi Badminton Terbaru

Perlu diketahui bersama, BWF bersama mitra siaran dan komersial Infront secara resmi meluncurkan arah baru pengembangan bulutangkis dunia melalui serangkaian kebijakan strategis yang akan membawa olahraga ini memasuki era pertumbuhan global yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

Langkah transformatif ini sejalan dengan perpanjangan kerja sama jangka panjang antara BWF dan Infront hingga tahun 2034 yang telah diumumkan sebelumnya. Melalui kolaborasi tersebut, BWF menegaskan komitmennya untuk mendefinisikan ulang struktur kompetisi, meningkatkan daya tarik komersial, menyempurnakan standar produksi siaran, serta menghadirkan pengalaman yang lebih berkualitas bagi atlet, penggemar, dan seluruh pemangku kepentingan.

Mulai tahun 2027, jumlah pertandingan bulutangkis yang diproduksi untuk siaran televisi akan meningkat secara signifikan, dari 1.410 pertandingan menjadi sekitar 3.000 pertandingan di seluruh rangkaian turnamen BWF. Peningkatan ini diharapkan mampu memperluas eksposur bulutangkis di lebih banyak negara dan pasar, sekaligus memperkuat posisi bulutangkis sebagai olahraga global dengan daya tarik yang semakin luas.

Pembaruan besar juga dilakukan pada struktur BWF World Tour yang kini akan terdiri dari enam level dengan total 36 turnamen. Beberapa poin utama dalam pembaruan ini antara lain penetapan lima turnamen Super 1000, peningkatan total hadiah tahunan hingga mencapai US$26,9 juta, serta integrasi turnamen Super 100 ke dalam rangkaian resmi World Tour untuk pertama kalinya. Struktur baru ini diharapkan menjadi platform premium bagi tuan rumah, mitra, media, atlet, dan penggemar untuk saling berkolaborasi, sekaligus meningkatkan prestise BWF World Tour di tingkat global.

Lima turnamen Super 1000 yang diselenggarakan di Asia dan Eropa akan mengusung format kompetisi yang diperluas. Nomor tunggal akan diikuti oleh 48 pemain dengan sistem fase grup yang dilanjutkan ke babak gugur, sementara nomor ganda akan mempertandingkan 32 pasangan dengan sistem gugur. Setiap turnamen Super 1000 akan berlangsung selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan, dengan seluruh pertandingan disiarkan secara global.

Sementara itu, turnamen Super 750, Super 500, Super 300, dan Super 100 tetap diselenggarakan dengan durasi enam hari, dengan peningkatan jumlah pertandingan yang diproduksi untuk siaran televisi. Skema ini memastikan keseimbangan kalender kompetisi sepanjang tahun, sekaligus menjaga kualitas pertandingan dan kondisi bertanding para atlet di seluruh level.

Kejuaraan major BWF turut mengalami pengembangan signifikan. Kejuaraan Dunia BWF akan menerapkan format fase grup yang dilanjutkan dengan sistem gugur, sehingga setiap atlet dipastikan memainkan minimal dua pertandingan. Kebijakan ini bertujuan mengurangi eliminasi dini sekaligus meningkatkan keterlibatan penggemar di berbagai wilayah. Mulai 2027, BWF Sudirman Cup Finals serta BWF Thomas & Uber Cup Finals juga akan diperluas dengan penambahan jumlah tim peserta, guna menghadirkan representasi internasional yang lebih luas dan persaingan yang semakin beragam.

Dengan rekor jumlah pertandingan siaran televisi selama 12 hari penyelenggaraan, ketiga kejuaraan tersebut akan dikemas sebagai festival bulutangkis global berdurasi dua minggu, yang menampilkan puncak prestasi bulutangkis dunia sekaligus memperkuat citra global olahraga ini.

Selain aspek kompetisi, BWF juga menerapkan format turnamen yang lebih terstruktur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi bertanding para atlet. Penyesuaian durasi dan format kompetisi memungkinkan penjadwalan yang lebih seimbang serta memberikan waktu pemulihan yang lebih optimal bagi pemain. Kebijakan ini sejalan dengan visi BWF dalam mendukung performa atlet secara maksimal sekaligus menjaga keberlanjutan karier mereka di level tertinggi bulutangkis dunia.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, BWF menegaskan komitmennya untuk membawa bulutangkis memasuki era baru yang lebih relevan secara global, kompetitif, serta berorientasi pada pengembangan atlet dan penguatan ekosistem olahraga secara menyeluruh.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru