HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video bokep viral yang diduga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Video tersebut pertama kali menyebar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp sebelum akhirnya meluas ke berbagai platform media sosial.
Rekaman berdurasi 13 menit 17 detik itu menampilkan sepasang pria dan wanita yang diduga melakukan adegan layaknya suami istri di atas ranjang. Lokasi perekaman disebut-sebut berada di sebuah kamar yang diduga merupakan posko KKN di salah satu desa di wilayah Lombok Timur.
Salah satu ciri yang menjadi sorotan warganet adalah penggunaan sprei berwarna merah bermotif bunga yang terlihat jelas dalam beberapa cuplikan video. Detail tersebut membuat video semakin mudah dikenali dan memicu spekulasi di kalangan pengguna media sosial.
Nama mahasiswa yang diduga terlibat dalam video tersebut pun mulai diperbincangkan. Pria dalam rekaman itu disebut-sebut merupakan ketua kelompok KKN yang tengah menjalani program pengabdian masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala desa setempat akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa pasangan dalam video tersebut memang pernah menjalani KKN di desanya.
“Benar itu kalau dia (pemeran) KKN di desa kami, tapi kalau masalah video ini saya sama sekali tidak tahu,” ujar Kepala Desa setempat saat dikonfirmasi oleh wartawan, dikutip Holopis.com, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, ia menegaskan tidak mengetahui kapan dan di mana video tersebut direkam. Selama masa KKN berlangsung, pihak desa mengaku tidak pernah menerima laporan terkait aktivitas mencurigakan dari para mahasiswa.
Ia juga membenarkan bahwa pria yang diduga terlibat dalam video tersebut menjabat sebagai ketua kelompok KKN. Namun, seluruh mahasiswa yang bersangkutan saat ini sudah tidak lagi berada di wilayah Lombok Timur.
“Mereka menyewa rumah warga setempat sebagai posko. Tapi masa KKN mereka saat ini telah berakhir dan sudah dilakukan penarikan oleh kampus,” terangnya.
Diketahui, program KKN di desa tersebut telah resmi berakhir sejak 5 Februari 2026. Setelah proses penarikan oleh pihak kampus, para mahasiswa kembali ke daerah masing-masing.
Terlepas dari benar atau tidaknya video bokep yang viral itu, kasus ini memunculkan keprihatinan di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai, viralnya video tersebut tidak hanya berdampak pada individu yang diduga terlibat, tetapi juga dapat mencoreng nama baik institusi pendidikan serta program KKN yang sejatinya bertujuan untuk pengabdian kepada masyarakat.

