HOLOPIS.COM, JAKARTA – Meski pasokan air utama dari Israel ke Jalur Gaza telah dibuka kembali, Gaza City masih menghadapi kekurangan air bersih yang serius. Hal tersebut disampaikan badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (9/2).
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan OCHA menyatakan bahwa mitra-mitranya di sektor air, sanitasi, dan kebersihan masih melaporkan keterbatasan air minum dan air untuk kebutuhan rumah tangga, meskipun jalur pasokan Mekorot dari Israel telah kembali beroperasi.
“Untuk mengatasi kekurangan ini, kami bersama para mitra telah meningkatkan produksi air dan menyalurkan pengiriman melalui truk dari sumur air tanah serta instalasi desalinasi sektor swasta,” kata OCHA, dikutip Holopis.com, Senin (10/2).
Menurut OCHA, saat ini hanya sekitar 6.000 meter kubik air per hari yang dapat menjangkau masyarakat di Gaza City. Volume tersebut dinilai belum mencukupi, terutama karena adanya kehilangan air yang cukup besar di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Selain upaya peningkatan pasokan air, OCHA juga melaporkan distribusi bantuan kebersihan dalam skala besar di seluruh Jalur Gaza.
“Sejak akhir bulan lalu, para mitra kami telah mendistribusikan lebih dari 100.000 jeriken air, lebih dari 700.000 batang sabun, lebih dari 25.000 paket kebersihan, lebih dari 400 jamban rumah tangga, serta sekitar 250 paket obat kutu di seluruh Gaza,” ujar OCHA.
Meski demikian, badan PBB tersebut menegaskan bahwa kebutuhan air bersih di Gaza City masih jauh dari terpenuhi dan memerlukan dukungan berkelanjutan untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah.

