HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kate Middleton dan Pangeran William menyampaikan keprihatinan mereka terhadap para korban mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, menyusul terus terungkapnya fakta-fakta baru dari dokumen kasus Epstein.
Juru bicara Istana Kensington pada 9 Februari mengatakan bahwa Pangeran dan Putri Wales sangat prihatin dengan berbagai pengungkapan yang muncul setelah jutaan halaman dokumen terkait Epstein dirilis ke publik.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa Pangeran dan Putri sangat prihatin dengan pengungkapan yang terus bermunculan. Pikiran mereka tetap tertuju pada para korban,” demikian disampaikan Jubir Pangeran William dan Kate Middleton yang tidak disebutkan namanya, dikutip Holopis.com, Senin (9/2).
Pernyataan ini menjadi kali pertama William dan Kate secara langsung menanggapi skandal Epstein, yang kembali menyorot keterkaitan paman William, Pangeran Andrew, dengan Epstein. Dalam beberapa bulan terakhir, Andrew kembali menjadi sorotan publik seiring berkembangnya dokumen-dokumen kasus tersebut.
Pada Oktober 2024, Raja Charles III mencabut seluruh gelar dan kehormatan kerajaan Pangeran Andrew, serta memintanya menyerahkan hak sewa Royal Lodge. Saat itu, sumber-sumber yang dekat dengan William dan Kate menyatakan bahwa keduanya mendukung penuh keputusan tersebut, seraya membagikan pernyataan resmi Istana Buckingham.
Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa simpati utama keluarga kerajaan tetap ditujukan kepada para korban dan penyintas segala bentuk kekerasan dan pelecehan. Sikap serupa juga disuarakan anggota keluarga kerajaan lainnya.
Pada 3 Februari, adik Pangeran Andrew, Pangeran Edward, menjadi anggota senior kerajaan pertama yang menanggapi perkembangan terbaru kasus Epstein secara terbuka. Berbicara di World Governments Summit di Dubai, ia menekankan pentingnya mengingat dan memusatkan perhatian pada para korban.
Sebagai informasi, Pangeran Andrew mundur dari tugas publik kerajaan pada 2019 setelah wawancara kontroversial dengan BBC mengenai hubungannya dengan Epstein. Pada Januari 2022, mendiang Ratu Elizabeth II mencabut gelar militer dan patronase kerajaannya, setelah pengadilan menolak upayanya menggugurkan gugatan pelecehan seksual yang diajukan Virginia Giuffre.
Andrew membantah tuduhan tersebut dan mencapai penyelesaian hukum dengan Giuffre pada 2022. Hingga kini, Istana Kensington berharap perhatian publik dapat dialihkan kembali pada agenda resmi Pangeran William, khususnya kunjungan diplomatiknya ke Arab Saudi dalam beberapa hari ke depan.

