Ketangguhan Lockdown Mode Apple Teruji, FBI Pun Dibuat Menyerah

33 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Fitur keamanan ekstrem milik Apple, Lockdown Mode, dilaporkan berhasil menggagalkan upaya penegak hukum Amerika Serikat, termasuk FBI, untuk mengakses data dalam perangkat iPhone. Insiden ini terungkap melalui dokumen pengadilan terkait kasus penyitaan perangkat milik jurnalis Washington Post, Hannah Natanson.

Berdasarkan laporan 404media yang dikutip Holopis.com, FBI melakukan penggerebekan di kediaman Natanson pada Januari 2026 sebagai bagian dari penyelidikan dugaan kebocoran informasi rahasia. Dalam operasi tersebut, petugas menyita sejumlah perangkat elektronik, termasuk sebuah iPhone dan MacBook Pro pribadi.

- Advertisement -

Meskipun pengadilan sempat mengeluarkan larangan sementara bagi FBI untuk mengakses isi perangkat tersebut, biro tersebut tetap berupaya melakukan ekstraksi data. Namun, tim Computer Analysis Response Team (CART) dari FBI mengakui kegagalan mereka dalam menembus sistem keamanan perangkat tersebut.

“Karena iPhone berada dalam Lockdown Mode, tim CART tidak dapat mengekstrak perangkat tersebut,” tulis FBI dalam dokumen resmi pengadilan. Selain iPhone, FBI juga menyatakan belum berhasil membuat salinan data dari MacBook Pro milik Natanson.

- Advertisement -

Lockdown Mode sendiri merupakan fitur opsional yang diperkenalkan Apple pada tahun 2022. Fitur ini dirancang khusus untuk melindungi pengguna yang berisiko tinggi terkena serangan siber bertarget, seperti jurnalis, aktivis, dan pejabat pemerintah.

Saat diaktifkan, fitur ini secara ketat membatasi fungsi perangkat, termasuk memblokir sebagian besar lampiran pesan, mematikan teknologi JavaScript tertentu di peramban, dan menghentikan koneksi data melalui kabel.

Editor eksekutif Washington Post, Matt Murray, mengecam tindakan agresif FBI tersebut. Ia menilai penyitaan perangkat jurnalis merupakan ancaman serius terhadap perlindungan konstitusional dan kebebasan pers.

Sebagai bagian dari komitmen keamanan, Apple sebelumnya telah menawarkan imbalan hingga 2 juta dolar AS bagi peneliti keamanan yang mampu menemukan celah pada Lockdown Mode.

Selain fitur ini, Apple juga telah memperkuat sistem operasinya sejak iOS 18.1 dengan fitur reboot otomatis yang membuat perangkat masuk ke kondisi before first unlock jika tidak dibuka dalam periode tertentu, sehingga semakin mempersulit penggunaan alat forensik digital pihak ketiga seperti GrayKey.

Hingga saat ini, FBI masih bersikeras menahan perangkat tersebut dan menolak klaim bahwa penyitaan ini melanggar Amandemen Pertama. Kasus ini kembali mempertegas perdebatan panjang antara kepentingan penegakan hukum dan hak privasi serta keamanan data digital masyarakat.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
33 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru