HOLOPIS.COM, JAKARTA – Manajemen dan keluarga Denada akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap resmi menyusul beredarnya berbagai informasi dan pemberitaan yang dinilai tidak benar di ruang publik. Pernyataan tersebut menyoroti isu seputar status anak Denada yang diisukan lebih dari dua orang.
Dalam pernyataan yang diunggah Denada di akun Instagramnya @denadaindonesia, pihak manajemen dan keluarga Denada menyatakan keberatan keras atas munculnya narasi, informasi, hingga pemberitaan yang dinilai bersifat fitnah, tidak berdasar, serta tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Dengan ini, manajemen dan keluarga Denada menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait beredarnya informasi, narasi, dan pemberitaan yang bersifat fitnah, tidak berdasar, serta tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum di ruang publik, termasuk di media sosial,” tulis pernyataan tersebut, dikutip Holopis.com, Senin (9/2).
Pihak Denada juga menyoroti keterlibatan berbagai pihak yang dinilai tidak memiliki kewenangan maupun kapasitas dalam menyebarkan gosip dan asumsi pribadi.
“Kami menyatakan keberatan keras atas keterlibatan pihak-pihak yang tanpa kewenangan, tanpa kapasitas, dan tanpa alat bukti yang sah telah menambah, menggiring, maupun menyebarluaskan gosip dan asumsi pribadi,” lanjut pernyataan itu.
Dalam pernyataan tersebut, manajemen dan keluarga Denada menegaskan secara eksplisit mengenai status anak Denada. Mereka memastikan bahwa Denada hanya memiliki dua anak kandung.
“Dengan ini kami menegaskan secara jelas dan tidak terbantahkan bahwa Denada hanya memiliki dua orang anak kandung, yaitu Ressa dan Aisha,” tulis pihak Denada.
Lebih lanjut, mereka menekankan bahwa segala bentuk pemberitaan atau pernyataan yang menyebut Denada memiliki anak selain Ressa dan Aisha dinyatakan tidak benar.
“Segala bentuk pemberitaan, pernyataan, maupun narasi yang menyebutkan Denada memiliki anak selain Ressa dan Aisha adalah tidak benar, menyesatkan, dan berunsur fitnah,” tegasnya.
Sehubungan dengan maraknya spekulasi tersebut, manajemen dan keluarga Denada menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum secara serius, baik pidana maupun perdata, terhadap pihak-pihak yang dinilai melanggar hukum.
“Manajemen dan keluarga Denada mempertimbangkan secara serius penggunaan upaya hukum baik pidana maupun perdata, termasuk namun tidak terbatas pada ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah,” bunyi pernyataan tersebut.
Pihak Denada juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan segala bentuk spekulasi dan pernyataan yang berada di luar kapasitas dan kewenangannya.
“Setiap tindakan lanjutan yang tetap dilakukan setelah pernyataan ini dapat dipertimbangkan sebagai perbuatan yang disengaja dan berpotensi memiliki konsekuensi hukum,” tulis manajemen dan keluarga Denada.
Sebelumnya, Denada juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya. Dalam video tersebut, Denada mengungkap penyesalan atas keputusan masa lalu yang berdampak panjang terhadap hubungan dirinya dengan Ressa serta keluarganya.
“Saya juga minta maaf pada almarhumah mama, dan saya juga minta maaf kepada semua adik-adik saya. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa dan khilaf saya, amin ya rabbal alamin,” ujar Denada.
Sebagai informasi, Ressa Rizky Rossano sebelumnya mengajukan gugatan terhadap Denada pada 26 November 2025. Ia menuntut pengakuan sebagai anak biologis serta pertanggungjawaban atas dugaan penelantaran selama puluhan tahun. Pengakuan terbuka Denada dan pernyataan resmi keluarga kini menjadi bagian penting dalam polemik panjang hubungan ibu dan anak tersebut.


