HOLOPIS.COM, JAKARTA – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal menyamakan kedudukan skor saat tim putra Indonesia tertinggal atas Jepang di semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC 2026). Raymond/Joaquin pun meminta maaf atas hal tersebut.
Seperti yang telah diketahui bersama, tim putra badminton Indonesia gagal melaju ke final BATC 2026, usai disingkirkan Jepang dengan skor 3-1, Sabtu (7/2/2026).
Kekalahan Indonesia atas Jepang itu ditandai dengan kandasnya perjuangan Raymond/Joaquin di match ke-4. Pada pertandingan tersebut mereka menghadapi Takumi Nomura/Yuichi Shimogami.
Secara mengejutkan, Raymond/Joaquin yang sedianya diandalkan untuk bisa menyumbangkan skor bagi tim putra Indonesia, harus kandas dengan skor 17-21 dan 15-21.
“Pertama-tama puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan tanpa ada cedera. Jadi saya rasa permainan kami bisa dibilang sudah melakukan yang terbaik, kami coba all out. Selesai evaluasi kekalahan yang kemarin, kami coba terapkan tadi,” ucap Joaquin, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
“Memang hasilnya tidak sesuai harapan namun saya rasa, saya dan Raymond sudah melakukan yang terbaik. Kami mau minta maaf buat masyarakat Indonesia karena gagal menyamakan kedudukan,” tambahnya.

Joaquin mengaku dirinya memikul tekanan atas ketertinggalan skor Indonesia atas Jepang. “Tadi memang ada tekanan karena tim sedang tertinggal 1-2 tapi kami coba tidak fokus memikirkan itu. Kami hanya berpikir pengen menang di pertandingan tadi,” imbuhnya.
Di sisi lain, Raymond menyampaikan bahwa dirinya dan Joaquin akan evaluasi permainan, baik itu soal fisik hingga teknik.
“Hari ini kami bisa terus mendapat posisi menyerang tapi kami kesulitan mendapat poin. Mereka cukup rapat dan tenaga kami juga kondisinya sudah tidak 100%,” ujar Raymond.
“Masuk minggu ketiga turnamen kami selalu melakukan yang terbaik dari sisi recovery tapi ke depan kami harus terus meningkatkan fisik lagi. Teknik pun juga harus ditambah,’ pungkasnya.
Sebagai informasi, hasil tersebut membuat tim putra Indonesia gagal ke final BATC 2026, dan hanya berhak meraih medali perunggu saja.

