HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kontingen Israel mendapat sambutan bercampur sorakan tidak setuju dari sebagian penonton saat memasuki stadion pada upacara pembukaan Milano Cortina 2026 yang digelar Jumat waktu setempat. Momen tersebut terjadi di tengah perayaan Olimpiade Musim Dingin yang berlangsung meriah.
Delegasi Israel yang terdiri dari empat atlet terlihat memasuki stadion sambil mengibarkan bendera nasional dan tersenyum ke arah penonton. Namun, saat parade negara berlangsung di San Siro, terdengar sorakan tidak setuju dari sebagian tribun. Suara tersebut kemudian tertutup oleh musik pengiring yang dimainkan dengan volume tinggi.
Di lokasi lain yang juga menjadi bagian pembukaan Olimpiade, sambutan terhadap atlet Israel bervariasi. Di Cortina d’Ampezzo, tempat parade digelar bagi atlet yang berada di klaster pegunungan, kontingen Israel masih menerima tepuk tangan dari penonton. Namun di Predazzo, lokasi arena lompat ski, kembali terdengar sorakan tidak setuju saat atlet Israel tampil.
Kontingen Israel Sudah ‘Merasa’ Duluan dan Siap-siap
Sejumlah atlet Israel sebelumnya mengaku telah bersiap menghadapi kemungkinan sambutan tidak bersahabat. Mereka menyadari situasi konflik yang masih berlangsung di Gaza berpotensi memengaruhi respons publik internasional selama Olimpiade.
“Aku sudah siap, mereka bisa melakukan apa saja,” kata atlet ski Israel Barnabas Szollos sebelum upacara pembukaan, dikutip Holopis.com, Minggu (8/2).
“Aku hanya ingin bertanding dengan baik, menikmati lomba, dan memberikan yang terbaik,” lanjutnya.
Sebagai informasi, Israel memiliki sejarah sensitif dalam perhelatan Olimpiade. Pada Olimpiade Musim Panas 1972 di Munich, 11 atlet Israel tewas dalam serangan kelompok militan Palestina di desa atlet. International Olympic Committee baru memberikan penghormatan resmi kepada para korban tersebut 49 tahun kemudian, pada upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2021.
Wapres AS Juga Terima Sambutan Serupa
Selain Israel, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance juga mendapat sambutan dingin dari sebagian penonton. Sorak-sorai yang sempat mengiringi masuknya kontingen Amerika Serikat berubah menjadi siulan ketika wajah Vance ditampilkan di layar besar stadion.
Reaksi tersebut dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan politik di Amerika Serikat, khususnya terkait kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump. Isu tersebut memicu aksi protes di Italia, termasuk demonstrasi bertajuk “ICE OUT” yang digelar di Milan pada hari yang sama.
Meski diwarnai respons beragam terhadap sejumlah delegasi dan tokoh politik, upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 tetap berlangsung dengan pengamanan ketat dan rangkaian acara yang meriah.

