Wapres Gibran: Yusril Ihza Mahendra Tokoh Serba Bisa, Teladan Pengabdian Lintas Rezim

28 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Peluncuran Delapan Buku Rekam Jejak 70 Tahun Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Setengah Abad Dedikasi untuk Bangsa yang digelar di Balai Kartini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).

Kehadiran Wapres menjadi bentuk penghormatan atas kiprah panjang Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, yang dinilai konsisten mengabdi kepada bangsa lintas masa pemerintahan.

- Advertisement -

Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Yusril di berbagai bidang strategis, mulai dari keagamaan, hukum, tata negara, hingga politik. Kiprah tersebut, menurutnya, menjadi teladan penting bagi generasi muda.

“Bagi saya, Prof. Yusril ini seorang tokoh yang serba bisa. Kiprahnya di berbagai bidang, baik keagamaan, hukum, tata negara, maupun politik. Sebagai anak muda, saya harus banyak belajar dari beliau, dari pengalaman-pengalaman beliau,” ucap Wapres, dikutip Holopis.com, Sabtu (7/2/2026).

- Advertisement -

Wapres menegaskan, pengabdian Yusril tidak semata-mata terikat pada jabatan tertentu, melainkan berlandaskan komitmen kebangsaan dan kepentingan negara. Perjalanan panjang tersebut disebut mencerminkan integritas dan keteguhan sikap di tengah dinamika politik nasional.

“Seperti yang Bapak Presiden Prabowo sampaikan di kata pengantar beliau, pengabdian Prof. Yusril bukan semata soal jabatan, tetapi sebuah pengabdian yang berkesinambungan lintas rezim,” ujar Wapres.

“Lintas rezim yang hanya dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki integritas, kejernihan berpikir, dan kesetiaan pada negara, bukan pada kekuasaan sesaat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wapres meyakini delapan buku yang merekam perjalanan, gagasan, serta pemikiran Yusril selama tujuh dekade akan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi Indonesia.

“Karena Prof. Yusril hidup di era sejak mesin ketik, namun gagasan dan pemikirannya sampai sekarang masih relevan di era digital dan AI,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wapres menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-70 kepada Yusril, sekaligus selamat atas peluncuran delapan buku tersebut.

“Semoga Prof. Yusril dapat terus menginspirasi dan memberikan keteladanan, terutama bagi generasi muda,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Penerbitan Buku, Hafid Abbas, menjelaskan bahwa delapan buku yang diluncurkan hari ini semakin memperkaya Yusril Ihza Mahendra’s Collections yang telah diresmikan pada 25 Agustus 2025.

“Koleksi ini semua bukan sekadar matematika, bukan sekadar simbol moral, tetapi merupakan harmoni pribadi, harmoni sosial, dan keselarasan dengan alam semesta,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini menandai 70 tahun perjalanan hidup dan pengabdian Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, sekaligus peluncuran delapan karya yang merekam jejak pemikiran, perjuangan, dan kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Adapun delapan buku tersebut meliputi autobiografi, kajian pemikiran politik dan hukum, kumpulan putusan landmark, refleksi akademik, hingga novel biografis, yakni The Untold Stories of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra dan Testimoni Kolega; The Autobiography of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra; Islam, Democracy, and Human Rights in Contemporary Indonesia; Pemikiran Politik Yusril Ihza Mahendra: Islam, Negara, dan Demokrasi; Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Keadilan yang Memulihkan; The Landmark Cases of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra; Lebih Dekat dengan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Pandangan Tokoh dan Sahabat; serta Di Mana Bumi Dipijak: Novel Biografi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
28 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru