HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi selesai.
Demutualisasi merupakan perubahan status BEI dari organisasi milik anggota bursa menjadi perusahaan dengan kepemilikan lebih terbuka. Proses ini membuka peluang bagi Danantara untuk masuk sebagai pemilik.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir memastikan tidak akan ada benturan kepentingan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menegaskan adanya garis tegas antara peran OJK sebagai pengawas dan Danantara sebagai investor.
“BEI adalah bursa, tempat run for profit, sedangkan tugas Danantara menjadi shareholder. Adapun bila demutualisasi terjadi, kita akan jadi pemain pasar,” ujar Pandu di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Pandu, transformasi BEI melalui demutualisasi bukan hal baru di kancah global. Langkah profesionalisme serupa telah dilakukan bursa-bursa besar di Hong Kong, Australia, dan Singapura.
Bagi Danantara, masuk ke bursa merupakan strategi menjaga likuiditas. Pandu menyatakan pasar modal yang sehat akan menarik lebih banyak investasi dan membuka lapangan kerja.
Pandu mengingatkan pentingnya transparansi dengan menyoroti pembekuan indeks saham Indonesia oleh MSCI akibat isu free float. Ia mendorong BEI agar lebih kompetitif di tingkat global dengan meningkatkan likuiditas dan transparansi.
“Kita semua menghadapi risiko pasar yang sama, karena itu kami sangat concern mengenai kemungkinan pasar kita kehilangan likuiditas, karena akan makin susah bagi kami berinvestasi,” jelasnya.
Pandu menekankan regulator harus mencari jalan tengah agar pasar tetap ramah bagi perusahaan yang ingin melantai (issuer friendly) sekaligus aman bagi pemodal (investor friendly). Ia mengapresiasi respons cepat regulator dalam menangani isu akuntabilitas yang mampu menjaga kepercayaan investor institusional.
Ke depan, strategi Danantara akan terbagi dua jalur: bermain di pasar publik untuk mengejar likuiditas dan tetap agresif di pasar privat untuk melahirkan bisnis baru yang potensial.

