HOLOPIS.COM, SINJAI – Hari kelima pencarian terhadap nelayan bernama Muhammad Ali (20th) membuahkan hasil.
Ali yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dari kapal nelayan di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa pada Rabu (4/2), korban akhirnya berhasil ditemukan oleh nelayan setempat.
“Pada pukul 17.00 WITA, tim SAR gabungan menerima informasi bahwa korban ditemukan mengapung sekitar 2 mil dari Pelabuhan Balanggerasa dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Andi Sultan, Rabu (4/2) malam.
Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa ke daratan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dan pada pukul 17.30 WITA, tim SAR gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi, kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Sinjai,” lanjutnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat selama proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Sebagai informasih, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan bernama Muhammad Ali (20) yang diduga terjatuh dari kapal nelayan di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa operasi SAR hari keempat yang dilaksanakan pada Selasa (3/2) masih terus berlangsung.
“Memasuki hari keempat operasi SAR, kami terus melakukan upaya pencarian bersama unsur SAR gabungan dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca serta keselamatan tim di lapangan,” ujar Muhammad Arif Anwar.
Ia menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 merupakan tim pencarian yang menggunakan perahu karet menuju Pantai Biru, namun saat ini terpaksa berlindung di wilayah Pulau Sembilan akibat cuaca buruk dan hujan.
Sementara itu, SRU 2 yang terdiri dari unsur gabungan tetap bersiaga di posko induk untuk mengantisipasi kemungkinan adanya informasi dari nelayan setempat.
“Beberapa tim sempat mengalami kendala akibat kondisi cuaca dan gangguan jaringan komunikasi. Namun demikian, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal dan akan dilanjutkan kembali setelah kondisi memungkinkan,” tambahnya.
Operasi SAR hari keempat yang melibatkan unsur Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Tagana, Brimob, masyarakat setempat, serta potensi SAR lainnya, tidak membuahkan hasil.

