HOLOPISC.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa menghadirkan teman-teman sewaktu kuliah di Universitas Azzahra menjadi saksi di perkara ijazah palsu.
Usai menjalani pemeriksaan tambahan sebagai tersangka di Bareskrim pada Kamis (5/2), kader PPP itu mulanya menyebut bahwa pihaknya sedang berupaya menghadirkan sejumlah saksi.
Dalam daftar saksi yang disebutkannya, Hellyana awalnya menyebut berencana menghadirkan sejumlah rekannya semasa kuliah untuk ikut diperiksa penyidik Bareskrim.
“Kita masih dalam minggu depan kita juga masih ada menghadirkan saksi yang waktu itu menemani, teman-kawan sahabat-sahabat saya yang menemani kuliah yang foto bersama,” kata Hellyana kepada wartawan.
“Kemudian ada saksi ahli juga belum, masih ada dua saksi ahli. Saksi administratif ya sama pidana ya. Kita masih ada, masih ada saksi,” imbuhnya.
Namun, Hellyana kemudian langsung merubah keterangannya perihal teman-teman kuliahnya yang akan dihadirkan. Dimana saksi yang akan dihadirkan ternyata hanya sebatas rekan yang mendampinginya sewaktu wisuda dan mengambil ijazah.
“Enggak kuliah sih sebetulnya, tapi yang menemani wisuda,” kilah Hellyana.
“Yang menemani mengambil ijazah,” sambung kuasa hukum Hellyana, Abdul Hakim.
Dalam pemeriksaan sebelumnya sebagai tersangka pada Rabu (7/1), Hellyana sempat menjelaskan bahwa dirinya memang sengaja menggunakan jalur eksekutif untuk mendapatkan ijazah tersebut.
“Jadi di Az-Zahra kita mengikuti kelas eksekutif, kelas Sabtu-Minggu. Jadi karena waktu itu saya anggota DPRD Kabupaten Belitung, tapi suami waktu itu di PN (Pengadilan Negeri) Jakarta Pusat. Jadi Sabtu-Minggu saya biasanya berada di Jakarta,” jelas Hellyana.
Hellyana saat dikonfirmasi mengenai bukti kehadiran kegiatan perkuliahannya pun tidak bisa menjelaskan secara gamblang. Bahkan, Zainul Arifin kemudian malah langsung berusaha memotong penjelasan kader PPP tersebut.
“Hanya kalau ditanya berapa kehadiran segala macam, ya mungkin udah agak lupa karena zaman dulu kan. Belum tentu rincinya,” kilah Zainul.
Tak hanya itu, pihak Hellyana pun mengaku tidak mempunyai dokumentasi selama kegiatan kuliahnya sejak tahun 2011 hingga mendapatkan ijazah. Hellyana berdalih tidak suka mendokumentasikan kegiatannya dan hanya sebatas waktu wisuda.
“Iya sudah ada (foto dari handphone), cuma enggak suka foto,” dalih Hellyana.

