HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan risiko “perang modal”, investor kawakan Ray Dalio menegaskan, emas tetap menjadi tempat terbaik untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang.
Dalio menyatakan, bahwa pergerakan harga emas terbaru yang berfluktuasi seharusnya menimbulkan keraguan terhadap emas sebagai tempat paling aman untuk menempatkan modal.
“Itu tidak berubah dari hari ke hari,” kata Dalio dalam forum World Governments Summit di Dubai, seperti dikutip Holopis.com, Rabu (4/2/2026).
Namun Dalio mengingatkan investor agar tidak terjebak pada fluktuasi harga emas harian, meskipun logam mulia itu sempat mengalami aksi jual besar.
“Emas naik sekitar 65 persen dibandingkan setahun lalu, dan turun sekitar 16 persen dari puncaknya, dan saya pikir orang membuat kesalahan dengan berpikir, apakah harganya akan naik atau turun, dan apakah saya harus membelinya?” kata Dalio.
Menurutnya, pendekatan yang lebih tepat adalah memikirkan porsi emas dalam portofolio, bukan mencoba menebak pergerakan harga jangka pendek.
Emas sebagai Diversifikator Portofolio
Dalio menyarankan agar institusi besar seperti bank sentral, pemerintah, dan dana kekayaan negara mempertimbangkan alokasi emas secara strategis.
“Sebaliknya, mungkin bank sentral, pemerintah, atau dana kekayaan negara seharusnya bertanya, berapa persentase portofolio saya yang sebaiknya ditempatkan di emas, dan mempertahankan persentase tertentu, karena emas adalah diversifikator yang sangat efektif terhadap bagian portofolio lain yang berkinerja buruk.”
Ia menegaskan bahwa emas memiliki karakter unik dalam siklus ekonomi.
“Karena emas adalah diversifikator, ketika masa buruk datang, emas tampil sangat baik secara unik, dan ketika masa baik dan makmur, kinerjanya lebih rendah, [namun] tetap merupakan diversifikator yang efektif,” tambah Dalio.
Menurut Dalio, kunci utama menghadapi ketidakpastian global adalah membangun portofolio yang benar-benar terdiversifikasi, dengan emas sebagai salah satu pilar utamanya.

