HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyoroti hakikat kepemimpinan perempuan dalam forum internasional Human Fraternity Majlis yang digelar di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Selasa (3/2/2026).
Berbicara di hadapan para pemimpin dunia dan tokoh perempuan global, Megawati menekankan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki kekuatan khas yang berakar pada naluri merawat dan melindungi, bukan menindas.
“Sebagai seorang perempuan, saya membawa keyakinan bahwa kepemimpinan bukan tentang dominasi, melainkan tentang upaya merangkul dan merawat, serta bukan menindas,” ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang dikutip Holopis.com, Rabu (4/2/2026).
Megawati kemudian membagikan pengalamannya saat memimpin Indonesia pada masa transisi demokrasi awal 2000-an, ketika bangsa ini menghadapi konflik horizontal di Poso, Sulawesi Tengah, dan Ambon, Maluku. Konflik tersebut kala itu mengancam persatuan nasional.
Alih-alih mengedepankan pendekatan represif atau militeristik, Megawati memilih jalan dialog dan rekonsiliasi yang ia sebut sebagai “semangat kekeluargaan”.
“Dalam situasi waktu itu, sebagai kepala negara saya membawa negara hadir bukan sebagai kekuatan represif, melainkan sebagai penjamin rekonsiliasi dengan semangat kekeluargaan,” ungkapnya.
Melalui musyawarah dan dialog terbuka, pemerintahan di bawah kepemimpinannya bersama Presiden Abdurrahman “Gus Dur” Wahid berhasil menghentikan konflik dan memulihkan kepercayaan antarkelompok masyarakat.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini juga menegaskan bahwa kepemimpinan sejati menuntut kepekaan terhadap “denyut kehidupan rakyat”. Menurutnya, kewenangan formal negara tidak akan bermakna tanpa empati sosial dan kesadaran sejarah.
Di tengah dunia yang kian terpecah oleh kepentingan sektarian, Megawati menilai masa depan kepemimpinan global harus berpijak pada nilai human fraternity atau persaudaraan kemanusiaan.
“Tugas pemimpin adalah membangun kepercayaan dengan menempatkan keadilan sosial dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi kebijakan,” pungkasnya.

