Mengenal Situationship, Hubungan Abu-Abu Favorit Generasi Z

37 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Salah satu fenomena yang tengah marak di kalangan Generasi Z adalah pola hubungan yang dikenal dengan istilah situationship.

Istilah ini merujuk pada hubungan romantis tanpa kejelasan status maupun komitmen. Bisa dibilang, hubungan ini berada di area abu-abu, bukan pacaran, tetapi juga bukan sekadar pertemanan.

- Advertisement -

Di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok dan X (Twitter), banyak Gen Z yang terbuka membagikan pengalaman mereka menjalani situationship. Di TikTok sendiri, konten dengan tagar #situationship telah ditonton ratusan juta kali, menunjukkan betapa populernya tren ini.

Lantas, apa yang membuat situationship begitu diminati oleh Gen Z? Untuk memahaminya, kita perlu mengetahui makna dari situationship itu sendiri.

- Advertisement -

Secara harfiah, istilah ini merupakan gabungan dari kata situational dan relationship dalam bahasa Inggris. Oxford Dictionary bahkan memasukkan situationship sebagai salah satu istilah paling populer tahun 2023, dengan definisi hubungan romantis yang tidak melibatkan pasangan resmi.

Sementara itu, Cambridge Dictionary menjelaskan situationship sebagai hubungan romantis antara dua individu yang belum menganggap diri mereka sebagai pasangan, tetapi memiliki kedekatan yang melampaui batas pertemanan biasa.

Mirip TTM, tapi Tak Sama

Banyak orang menganggap situationship serupa dengan istilah Teman Tapi Mesra (TTM) yang lebih dulu dikenal. Meski sekilas terlihat mirip, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

TTM umumnya mengandung makna bahwa masing-masing pihak telah memiliki pasangan sah, namun menjalin kedekatan emosional dengan orang lain. Karena itu, TTM kerap diasosiasikan dengan perselingkuhan.

Sebaliknya, situationship memiliki karakter yang berbeda. Hubungan ini lebih banyak ditemukan di kalangan Gen Z dan menggambarkan relasi romantis tanpa komitmen apa pun. Biasanya, hal ini terjadi karena kedua pihak merasa belum siap menjalin hubungan serius.

Ketidaksiapan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi mental, keuangan, hingga kesiapan fisik. Bahkan, dalam beberapa situasi, hubungan ini bersifat sementara. Contohnya, dua mahasiswa tingkat akhir yang memilih menikmati kebersamaan tanpa komitmen karena kemungkinan akan berpisah kota setelah lulus.

Hubungan Tanpa Tujuan Serius

Generasi Z mulai mengenal dunia kencan di masa pandemi COVID-19, ketika interaksi sosial sangat dibatasi. Kondisi ini turut memengaruhi cara mereka membangun relasi dan bertemu orang baru.

Di sisi lain, pengalaman berkencan secara daring melalui aplikasi sering kali tidak berjalan mulus dan meninggalkan kesan negatif. Hal ini membuat sebagian Gen Z tidak menjadikan kencan sebagai prioritas utama.

Melalui tren situationship, Gen Z seolah menegaskan bahwa tidak semua hubungan harus memiliki arah yang jelas. Hubungan yang dijalani tanpa tuntutan masa depan pun dianggap wajar, terutama sebagai ruang untuk mengenal diri sendiri dan memahami kebutuhan personal.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
37 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru