Global Game Jam 2026: Membangun Masa Depan Talenta Digital Indonesia

29 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bayangkan sebuah ruangan penuh dengan kafein, layar yang menyala 24 jam, dan ratusan ide gila yang mendadak jadi nyata hanya dalam waktu 48 jam. Itulah suasana Global Game Jam (GGJ) 2026 di Jakarta. Puncaknya, pada Minggu (1/2), kantor LYTO Games menjadi saksi bisu bagaimana talenta-talenta lokal bertarung melawan waktu untuk melahirkan purwarupa gim masa depan.

Acara ini bukan sekadar ajang kumpul komunitas. Bagi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, GGJ adalah “laboratorium hidup” bagi industri kreatif Indonesia. Hadir langsung di tengah para pengembang, Irene Umar menitipkan pesan penting yang menohok: Jangan cuma modal semangat.

- Advertisement -

“Jangan pernah menghilangkan passion dari sebuah gim, tapi pada saat yang sama pengembang juga harus belajar membaca data dan memahami pasar,” ujar Irene dengan lugas.

Menurutnya, pengembang gim Indonesia harus mulai bertransformasi dari sekadar “pembuat kode” menjadi “arsitek bisnis”. Dari data, mereka bisa menentukan genre yang tepat, memperkuat narasi, hingga akhirnya menciptakan karya yang tidak hanya keren di layar, tapi juga relevan di kantong pasar global.

- Advertisement -

Tahun ini, Jakarta mengambil pendekatan unik dengan membagi lokasi acara berdasarkan karakter ekosistemnya. Strategi ini dirancang untuk mempertemukan berbagai latar belakang keahlian dalam satu proses kreatif yang intensif.

Di satu sisi, LYTO Games menjadi markas bagi para pengembang profesional dan komunitas. Di sini, para peserta mendapatkan dukungan penuh berupa fasilitas kerja standar industri serta pendampingan langsung dari para ahli di bidangnya.

Di sisi lain, LaSalle College Jakarta hadir sebagai wadah bagi mahasiswa dan talenta muda. Lokasi ini menyuntikkan nafas pendidikan kreatif ke dalam teknis pengembangan, membuka ruang bagi ide-ide segar yang belum terjamah oleh batasan industri konvensional.

Melalui pembagian ini, dua kutub tersebut sengaja dipertemukan agar teori dari bangku pendidikan bisa beradu langsung dengan praktik nyata di lapangan.

Global Game Jam 2026 bukan hanya soal angka, meskipun angkanya cukup fantastis yaitu 1.290 peserta yang tersebar di 14 kota dan 17 lokasi (site) di seluruh Indonesia. GGJ tahun ini bertujuan untuk mendorong purwarupa sederhana naik kelas menjadi Intellectual Property (IP) yang memiliki nilai jual.

Wamen Ekraf pun tak mau ketinggalan. Ia mencoba langsung berbagai gim digital hingga gim papan (board game) karya peserta. Baginya, kecepatan para peserta dalam membangun mekanisme gim dari nol dalam waktu singkat membuktikan bahwa talenta Indonesia sudah punya fondasi yang sangat kuat.

Kementerian Ekraf memandang industri gim bukan lagi sekadar hiburan, melainkan mesin baru pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan suksesnya GGJ 2025 yang melahirkan ratusan karya, GGJ 2026 diharapkan menjadi lompatan lebih tinggi.

Industri ini tidak hanya butuh orang yang jago coding, tapi juga pengelola komunitas, spesialis quality control, hingga pakar pemasaran. Melalui kolaborasi apik antara Asosiasi Gim Indonesia (AGI) dan komunitas lokal, mimpi menjadikan gim lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan pemain utama di dunia terasa makin dekat di depan mata.

Global Game Jam sendiri merupakan ajang tahunan global di mana pengembang gim menciptakan purwarupa berdasarkan satu tema serentak di seluruh dunia dalam waktu 48 jam. Di Indonesia, ajang ini menjadi titik temu lintas disiplin ilmu untuk memperkuat ekosistem gim nasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
29 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru